PUJIAN dalam bungkus HUJATAN
Ditulis oleh addariny di/pada 19 Mei 2009
(Oleh: Ahmad Zainuddin + Addariny)
Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai Quran & Sunnah dengan faham Salaful Ummah… Akupun dipanggil Wahabi
Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah, tidak kepada Nabi ataupun Wali… Akupun dituduh Wahabi
Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq… Akupun diklaim Wahabi
Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim… Akupun dapat platform Wahabi
Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam keramat… Akupun dijuluki Wahabi
Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sufi yang berani menjaminku masuk surga… Akupun diembel-embeli Wahabi
Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i… Akupun dihujat sebagai Wahabi
Ketika aku tinggalkan maulidan karena Nabi -shollallohu alaihi wasallam- tidak pernah ajarkan… Akupun dikirimi “berkat” Wahabi
Ketika aku takut mengatakan bahwa Allah itu dimana-mana, sampai ditubuh babipun ada… Akupun distempeli Wahabi
Ketika aku mengikuti Nabi -shollallohu alaihi wasallam-: memanjangkan jenggot, memotong celana diatas dua mata kaki, .., .., Akupun dilontari kecaman Wahabi
Ketika aku tanya apa itu Wahabi..?
Merekapun gelengkan kepala tanda tak ngerti
Ketika ku tanya siapa itu wahabi..?
merekapun tidak tahu dengan apa harus menimpali
Tapi..!
Apabila Wahabi mengajakku beribadah sesuai dengan Quran & Sunnah… Maka aku rela mendapat gelar Wahabi!
Apabila Wahabi mengajakku hanya menyembah dan memohon kepada Allah… Maka aku Pe–De memakai mahkota Wahabi!
Apabila Wahabi menuntunku menjauhi syirik, khurafat dan bid’ah… Maka aku bangga menyandang baju kebesaran Wahabi!
Apabila Wahabi mengajakku taat kepada Allah ta’ala dan RasulNya -shollallohu alaihi wasallam-… Maka akulah pahlawan Wahabi!
Ada yang bilang… Kalau pengikut setia Muhammad-shollallohu alaihi wasallam- digelari Wahabi… maka aku rela menjadi Wahabi.
Ada juga yang bilang… Jangan sedih wahai “Pejuang Tauhid”, sebenarnya musuhmu itu sedang memujimu… Pujian dalam hujatan…!
Abu Hudzaifah Al Atsary berkata
masya Allah, tulisan yang bagus dan menggugah serta menyadarkan pembaca…
ana minta izin untuk ana posting di blog ana, boleh ga?
addariny berkata
jazakallohu khoiro… atas comment-nya… monggo silahkan aja…
abu bakr berkata
Ya, isinya bagus. Tapi kayaknya masih bisa di ‘amplas’ lagi biar tambah kinclong dan indah. Maaf Ustas!
addariny berkata
alhamdulillah… semoga bisa menggugah semangat… sekaligus menjadi pelipur lara… amin…
boleh dong… minta ‘amplas’-nya…
syukron
dedekusn berkata
Ooh,… semoga “musuh” itu membaca tulisan ini.
addariny berkata
mudah2an… semuanya mendapat hidayah ke jalan yang benar… dengan meniti jejak para salaf yang bijak… amin
syukron and thanks atas comment-nya… tanpa anda kami bukan apa-apa…
Hani berkata
Jazakallahu atas tulisannya, akhi. Insyaallah tetap semangat dan saling menyemangati ya….
addariny berkata
Waiyyaak… amin…
tommi berkata
Subhanallah…
Syair yg menggugah hati.
Saya ingin mengomentari yg ini : “Ketika aku mengikuti Nabi -shollallohu alaihi wasallam-: memanjangkan jenggot, memotong celana diatas dua mata kaki, .., .., Akupun dilontari kecaman Wahabi.”
Klo saya lain lagi ustadz, saya bukan dicap wahabi tp dicap mirip teroris. Tp saya tanggapi dengan senyuman saja. Biarlah tidak mendapat ridho manusia asalkan mendapat ridho Allah Azza wa Jalla, itu amat sangat lebih baik dari dunia dan seisinya. Amin