Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘sesatnya syiah’

question-mark-1(161) Sebagian syiah menuduh Aisyah r.a. telah berzina –naudzubillah-.

Maka kita katakan kepada mereka: Jika tuduhan itu benar, mengapa Rosululloh tidak menegakkan hukuman zina kepadanya, padahal beliau telah mengatakan “Demi Allah, andai saja Fatimah yang mencuri, maka pasti aku potong tangannya”??! (HR. Bukhori) Mengapa Ali r.a. juga tidak menegakkan hukuman zina kepadanya, padahal ia adalah orang yang tak gentar dengan apapun dijalan Allah??! Mengapa pula Hasan r.a. tidak menghukumnya dengan hukuman zina, ketika ia menjadi kholifah??!

(162) Kaum syiah beranggapan bahwa Ali r.a. memiliki Alqur’an yang susunannya sesuai dengan urutan turunnya!

Kita katakan kepada mereka: Ali r.a. telah menerima tampuk khilafah setelah Utsman r.a, mengapa ia tidak mengeluarkan mushaf ini dengan lengkap dan baik?! Dua kemungkinan untuk kalian:

(a) Bisa jadi mushaf ini sebenarnya tidak ada, dan kalian hanya berdusta atas nama Ali r.a.

(b) atau mungkin mushaf itu ada dan Ali r.a. menyembunyikannya. Jika demikian, berarti ia telah menyembunyikan, dan menipu kaum muslimin selama pemerintahannya. –dan ini tidak mungkin dilakukan olehnya-. (lebih…)

Question (1)(107) Mengapa kaum syiah memberikan derajat ma’shum kepada Fatimah r.a., tapi mereka tidak memberikan derajat ke-ma’shum-an tersebut kepada dua saudarinya: Ruqoyyah r.a. dan Ummu Kultsum r.a.??! Padahal kita tahu keduanya juga darah daging Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- seperti Fatimah r.a.!!

(108) Jika dikatakan kepada syiah: Mengapa Ali r.a. tidak menuntut haknya untuk menjadi kholifah setelah wafatnya Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, padahal sebagaimana anggapan mereka hal tersebut jelas termaktub dalam wasiat beliau??!

Mereka menjawab: karena Nabi -shollallohu alaihi wasallam- juga mewasiatkan agar ia tidak menyulut fitnah (kericuhan) dan menghunuskan pedangnya sepeninggal beliau.

Kita katakan: Lalu mengapa ia menghunuskan pedangnya ketika perang Jamal dan perang Shiffin, sehingga menyebabkan ribuan orang gugur di dalamnya??! Siapakah sebenarnya yang lebih berhak ditumpas, orang dholim yang pertama, ataukah yang keempat, atau yang kesepuluh… dst??! (lebih…)

question_mark01Alhamdulillah, artikel tentang syiah ini bisa kami lanjutkan lagi… semoga dapat menjawab banyak keganjilan yang terdapat dalam ajaran syiah yang dewasa ini banyak menyebar hingga di sekeliling kita…  jangan lupa saran dan kritik anda sangat kami nantikan… selamat membaca…

(55) Abul Faroj al-Ashbahaniy dalam kitabnya Maqotilut Tholibiyyin (88, 142, 188), al-Arbiliy dalam kitabnya Kasyful Ghummah (2/66), dan al-Majlisiy dalam kitabnya Jala’ul Uyun (582), mereka telah menyebutkan bahwa: Abu bakar bin Ali bin Abi Tholib r.a. adalah diantara orang yang terbunuh di Karbala bersama saudaranya Husain r.a. Terbunuh juga waktu itu, anaknya Husain yang namanya Abu Bakar. Terbunuh pula Muhammad al-Ashghor yang mempunyai kun-yah Abu Bakar.

Pertanyaannya: Mengapa nama-nama itu disembunyikan oleh syiah??! Mengapa mereka hanya menggembar-gemborkan nama Husain r.a. dalam peristiwa itu??!

Sebabnya adalah karena saudara dan anaknya Husain r.a., keduanya bernama Abu Bakar!! Ulama syiah tidak ingin fakta ini diketahui oleh pengikut mereka dan kaum muslimin. Mengapa?? Karena hal itu akan menyingkap kebohongan mereka ketika menuduhkan adanya permusuhan antara ahlul bait dengan para pemuka sahabat, terutama Abu Bakar r.a.

Karena seandainya -sebagaimana keyakinan syiah- Abu Bakar r.a. itu telah murtad, kafir, dan merampas haknya Ali r.a., tentunya tidak mungkin banyak ahlul bait yang memiliki nama Abu Bakar??!

Adanya fakta tentang banyaknya nama ahlul bait yang sama dengan nama Abu Bakar, adalah bukti kecintaan mereka terhadap Abu Bakar as-Shiddiq r.a.!!

Lalu mengapa kaum syiah tidak mengikuti Ali r.a. dan Husein r.a. untuk menamai anak mereka dengan nama Abu Bakar??! (lebih…)

meat_question

Bismillah, Walhamdulillah, wash sholatu was salamu ala rosulillah, wa ala aalihi washohbihi wa man wa lah…

Berikut ini, kami paparkan banyak pertanyaan kritis kepada KAUM SYIAH, atau siapa saja yang masih toleran kepada ajaran yang telah disepakati oleh Ulama Ahlus Sunnah sebagai ajaran sesat itu…

Tidak lain tujuan kami, ingin mengajak mereka agar lebih kritis dalam berwacana… Menerima kebenaran walaupun banyak dicerca… Karena bagaimanapun kebenaran itu lebih berharga…

Tidak lupa kami ingatkan, bahwa tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya… (SUNNI-SYIAH… dlm diskusi akidah…)

(29) Kalau upacara memukul dada dan kepala itu memiliki keutamaan, mengapa Nabi -shollallohu alaihi wasallam- tidak melakukannya saat putranya Ibrohim meninggal?! Mengapa Ali r.a. tidak melakukannya saat istrinya Fatimah r.a. meninggal?!

(30) Kaum syiah selalu berdalil dengan hadits kisa’ (selimut) untuk menetapkan pangkat imam kepada 12 orang imamnya.

Pertanyaannya: Fatimah r.a. adalah salah satu orang yang jelas-jelas disebut dalam hadits itu, lalu mengapa dia tidak dimasukkan dalam daftar orang yang berpangkat imam??!

(31) Mengapa ketika Imam Mahdi mereka muncul, membuat perjanjian damai dengan kaum Yahudi dan Nasrani (Kristen), tapi di sisi lain ia memerangi Bangsa Arab dan Kabilah Quraisy??!

Bukankah Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- itu dari Bangsa Arab dan dari Kabilah Quraisy??! Bukankah para imam mereka juga demikian??!. (lebih…)

questionsBismillah… was sholatu wassalamu ala rosulillah… wa’ ala alihi wa shohbihi wa man tabi’a hudah… amma ba’du:

Perbincangan untuk mengkritisi ajaran syiah, memang sangat menarik untuk disimak. Apalagi di masa sekarang ini… masa dimana mereka lagi gencar-gencarnya menyebarkan paham sesat itu ke seantero dunia… terutama negara kita tercinta INDONESIA…

Dengan NEGARA IRAN sebagai pusat kekuatan jasmani dan rohaninya… mereka tidak ragu-ragu untuk mendakwahkan idiologinya dengan dinar dan dolar yang besar… Karena pada akhirnya nanti, mereka akan meraup keuntungan yang berlipat ganda… mereka akan tajir bin kaya raya, dengan kewajiban membayar seperlima kekayaan dari setiap pengikutnya… Tidak hanya itu, mereka juga akan mampu dengan bebas merenggut kehormatan setiap wanita super cantik yang diinginkannya, dengan iming-iming pahala kawin mut’ah yang mereka buat-buat dan palsukan…

Memang, sekarang kita belum banyak melihat perbedaan antara SUNNI dan SYIAH… Itu karena mereka selalu berlindung di balik tabir TAKIYAH (baca: kedustaan)… tabir yang mereka gunakan untuk menghalangi sinar matahari yang akan menampakkan wajah buruk mereka…

Tapi kita tak perlu khawatir… bi idznillah dengan berjalannya waktu, kita yakin tabir itu akan rapuh dan koyak… kita yakin, -dengan pertolongan Alloh, usaha dan sumabangsih umat sunni-  sinar matahari hidayah itu, akan dapat menembus tabir setan itu… dan kita akan tahu, siapa sebenarnya mereka…?!!

Tulisan ini ibarat lentera kecil, yang akan membantu anda menerangi  dalam menjelajahi alam kelabu ajaran sesat ini, semoga bisa memberikan tambahan pencerahan dalam pikiran… sehingga kita bisa melihat dan mengerti… mana yang benar yang harus diikuti… dan mana yang batil, yang harus dijauhi…

Selanjutnya, kami persilahkan anda menyimak diskusi antara SUNNAH dengan SYIAH…, semoga bermanfaat… amin (lebih…)

karbala 2

—   —

Inilah DOKUMEN RAHASIA sekte syiah, tentang misi jangka panjang mereka (50 th), untuk menegakkan kembali dinasti persia yang telah runtuh oleh Islam berabad-abad lamanya, sekaligus membumi-hanguskan negara-negara Ahlus Sunnah, musuh bebuyutan mereka. Dokumen ini disebarkan oleh Ikatan Ahlus Sunnah di Iran, begitu pula majalah-majalah di berbagai negara ahlus sunnah, termasuk diantaranya Majalah al-Bayan, edisi 123, Maret 1998.

Karena naskah yang tersebar adalah naskah dalam bahasa arab, maka kami terjemahkan ke dalam bahasa indonesia, agar orang yang tidak mampu berbahasa arab pun bisa memahami isi naskah tersebut.

Sekarang kami persilahkan anda membaca terjemahannya:

((Bila kita tidak mampu untuk mengusung revolusi ini ke negara-negara tetangga yang muslim, tidak diragukan lagi yang terjadi adalah sebaliknya, peradaban mereka -yang telah tercemar budaya barat- akan menyerang dan menguasai kita.

Alhamdulillah, -berkat anugerah Alloh dan pengorbanan para pengikut imam yang pemberani- berdirilah sekarang di Iran, Negara Syiah Itsna Asyariyyah (syiah pengikut 12 imam), setelah perjuangan berabad-abad lamanya. Oleh karena itu, -atas dasar petunjuk para pimpinan syi’ah yang mulia- kita sekarang mengemban amanat yang berat dan bahaya, yakni: menggulirkan revolusi. (lebih…)