Arsip untuk Juni, 2009

Untitled 4Oleh: Abu Abdillah Addariny

Bismillaah… walhamdulillaah… wash sholaatu was salaamu alaa rosuulillaah… wa alaa aalihi washohbihai waman waalaah… amma ba’du:

Melukis obyek yang benyawa (seperti manusia, hewan dan sejenisnya, sedangkan tumbuh-tumbuhan tidak masuk di dalamnya), kelihatannya pekerjaan yang biasa… Tapi tahukah anda bahwa ternyata  Baginda Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- telah melarangnya, memberitahu akibat buruk yang ditimbulkannya, bahkan memberikan ancaman berat kepada pelakunya…  Tahukah Anda bahwa Imam Nawawi dan banyak ulama lainnya secara terang-terangan mengatakan bahwa melukis obyek yang bernyawa merupakan dosa besar…?? (Lihat Syarah Shohih Muslim no hadits: 2104)

Berikut ini kami cantumkan beberapa sabda Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- tentangnya… Semoga artikel yang sederhana ini, bisa kita terapkan dalam kehidupan kita, amin… Ingatlah, Ilmu tidak akan berguna, jika kita tidak mengamalkannya…

(lebih…)

shohih muslimBab: Tidak ada Adzan Dan Iqomah dalam Sholat Hari Raya (idul fitri & idul adha)

(427) Jabir bin Samuroh mengatakan: Aku pernah sholat dua hari raya bersama Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- tidak hanya sekali ataupun dua kali-, (beliau melakukannya) dengan tanpa adzan dan iqomah.

Bab: Sholat Hari Raya (idul fitri dan idul adha) adalah Sebelum Khutbah

(428) Ibnu Abbas mengatakan: aku pernah menghadiri sholat hari raya idul fitri bersama Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, Abu Bakar, Umar dan Utsman. Mereka semuanya melakukan sholat idul fitrinya sebelum khutbah, kemudian (setelah itu) berkhutbah. (lebih…)

jabat-tangan-tandatanyaBismillaah, Wash-sholaatu Was-salaamu ala Rosuulillaah, Wa alaa Aalihii wa Shohbihii wa Man Waalaah…

Quraish Shihab… tokoh kenamaan Indonesia, ternyata punya jalinan erat dengan aliran sesat syi’ah, ini terbukti dari bukunya “Sunnah-Syi’ah bergandengan tangan, mungkinkah?”, yang banyak menyudutkan Ahlus sunnah wal jama’ah, sekaligus melakukan pembelaan kepada aliran sesat syi’ah. Kalau kita boleh berbaik sangka kepada beliau, mungkin kata yang paling pantas adalah: “Beliau sudah menjadi korban ajaran takiyah-nya sekte syi’ah”. Semoga ulasan singkat ini, bisa menjadi koreksi dan nasehat untuk beliau, sehingga menjadi sebab kembalinya beliau dari kesalahan-kesalahan yang ada, yang terlanjur beliau sebarkan dalam buku beliau di atas.

Berikut ini kami kutip sebagian kritik dari Pesantren Sidogiri terhadap Quraish Shihab, yang kami ambil dari buku terbitan Pon-pes Sidogiri “Mungkinkah Sunnah-Syiah dalam Ukhuwah?” . (selanjutnya Quraish Shihab disingkat ”QS” dan Pondok Pesantren Sidogiri disingkat ”PPS”).

1. Tentang Abdullah bin Saba’

QS: ”Ia adalah tokoh fiktif yang diciptakan para anti-Syiah. Ia (Abdullah bin Saba’) adalah sosok yang tidak pernah wujud dalam kenyataan. Thaha Husain –ilmuwan kenamaan Mesir– adalah salah seorang yang menegaskan ketiadaan Ibnu Saba’ itu dan bahwa ia adalah hasil rekayasa musuh-musuh Syiah.” (hal.65)

PPS: Bukan hanya sejarawan Sunni yang mengakui kebaradaan Abdullah bin Saba’. Sejumlah tokoh Syiah yang diakui ke-tsiqah-annya oleh kaum Syiah juga mengakui kebaradaan Abdullah bin Saba’. Sa’ad al-Qummi, pakar fiqih Syiah abad ke-3, misalnya, malah menyebutkan dengan rinci para pengikut Abdullah bin Saba’, yang dikenal dengan sekte Saba’iyah. (lebih…)

ahmadiyah-tadzkirah-01bBismillaah, wash-shollaatu was salaamu alaa Rosulillah, wa’alaa aalihii washohbihii wa man waalaah…

Dalam tulisan ini, kami akan paparkan ajaran-ajaran ahmadiyah dari kitab mereka sendiri, Tadzkiroh, kitab yang dianggap memuat wahyu-wahyu suci, yang diturunkan oleh Alloh subhanahu wata’ala kepada si nabi palsu, Mirza Ghulam Ahmad (MGA).

Kami, tidak akan berbicara panjang lebar dalam tulisan ini, karena tujuan kami hanyalah untuk memuat fakta yang ada dalam kitab tadzkiroh tersebut. Kami hanya akan menyebutkan akidah mereka, dengan disertai rujukan dari kitab tadzkiroh tersebut. Semoga dengan ini, kita bisa menyingkap tabir yang selama ini menutupi hakekat yang ada.

Yang mendorong kami menulis artikel ini adalah firman Alloh ta’ala

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: tetaplah memberikan peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu akan selalu memberikan manfaat bagi orang mukmin. (adz-Dzariyat: 55)

Begitu pula sabda Rosululloh –shollallohu alaihi wasallam-:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Artinya: “Agama ini adalah nasehat”. Kami (para sahabat) bertanya: “Untuk siapa (nasehat itu) wahai Rosululloh?”. Rosullulloh menjawab: “Untuk (mengajak ke jalan) Alloh, kitab-Nya, rosul-Nya dan untuk umat islam, baik pemimpin maupun rakyatnya (HR. Bukhori Muslim)

Catatan penting:

Untuk lebih meng-efisien-kan tulisan, selanjutnya nama Mirza Gulam Ahmad kami singkat menjadi (MGA)

Ayat yang nomor halamannya lebih dari satu, menunjukkan bahwa ayat dengan redaksi yang sama, terdapat pada halaman-halaman tersebut.

Berikut ini, kami paparkan sebagian Akidah Ahmadiyah dari kitabnya langsung, yakni Kitab Tadzkiroh: (lebih…)

shohih muslimBab: Perlindungan Jiwa, Harta dan Kehormatan

(1021) Dari Abu Bakroh, bahwa Nabi –shollallohu alaihi wasallam– bersabda: “Sesungguhnya masa ini terus berputar, sebagaimana ketika Alloh ciptakan langit dan bumi, yakni setahun sama dengan dua belas bulan. Di dalamnya ada empat bulan suci (harom), yang tiganya berurutan: Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, dan Muharrom, sedangkan yang satu lagi adalah Rojab, yaitu: bulannya kabilah Mudhor[1], yang berada diantara Bulan Jumadil Akhir dan Sya’ban“.

Rosululloh kemudian bertanya: “Bulan apa sekarang ini?”. Para sahabat menjawab: “Alloh dan rosul-Nya lebih mengetahuinya”. Beliau kemudian diam, sehingga kami mengira beliau akan menamainya dengan nama lain. Beliau berkata lagi: “Bukankah sekarang bulan Dzul Hijjah?!”. Kami menjawab: “Benar”.

Rosululloh –shollallohu alaihi wasallam– bertanya lagi: “Negeri apa ini?”. Kami menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahuinya”. Beliau kemudian diam, sehingga kami mengira beliau akan menamainya dengan nama lain. Beliau berkata lagi: “Bukankan ini adalah al-Baldah (sebutan lain kota suci makkah)?!”. Kami menjawab: “Benar”.

Rosululloh –shollallohu alaihi wasallam– bertanya lagi: “Hari apakah ini?”. Kami menjawab: “Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahuinya. Beliau kemudian diam, sehingga kami mengira beliau akan menamainya dengan nama lain. Beliau berkata lagi: “Bukanlah sekarang adalah Hari raya kurban?!”. Kami menjawab: “Benar, wahai Rosululloh!”.

Setelah itu Rosululloh –shollallohu alaihi wasallam– bersabda: “Sesungguhnya darah (jiwa), harta dan kehormatan kalian adalah haram (harus dihormati, dilindungi dan tidak boleh didholimi), sebagaimana haramnya hari ini, negeri ini dan bulan ini. (lebih…)

tadhkirah160ab1Oleh: Abu Abdillah Addariny

Bismillahirrohmanirrohim… alhamdulillaahi robbis samaawaati warobbil ardhi warobbil ’arsyil karim… wash-sholaatu wassalaamu ala rosulihil kariim… wa’ala aalihii washohbihi wa man saaro alaa nahjihi ila yaumil adhiim…

Berikut ini kami paparkan bukti penodaan dan penjiplakan, yang dilakukan oleh Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad, terhadap Kitab Suci Umat Islam Alqur’an…

ayat-ayat ini tercantum dalam kitab suci Ahmadiyah tadzkiroh yang ditulis sendiri oleh Mirza Ghulam Ahmad. Ayat-ayat yang disusun dengan serampangan, dan kelihatan tak serasi, bahkan oleh mereka yang belum memahami grammer dalam bahasa arab sekalipun.

Semoga dengan melihat secara langsung bagaimana tindakan kriminal rohani dilakukan oleh Nabi Palsu itu, kita semua bisa mengambil pelajaran berharga darinya… Sehingga yang masih bingung bersikap, menjadi cepat sigap, dan bagi yang sudah mengambil sikap, menjadi makin mantap… amin.

Catatan penting:

  1. Untuk lebih meng-efisien-kan tulisan, selanjutnya: “Mirza Ghulam Ahmad” kami singkat “MGA
  2. Nomor yang tertera di bagian kiri, adalah berdasarkan nomor urut yang dibuat oleh LPPI. Tujuan kami tetap mencantumkannya, agar anda mudah dalam merujuk kembali ke naskah asli yang mengumpulkan ayat-ayat tersebut.
  3. Ayat yang dijiplak oleh MGA, kami cetak dengan huruf tebal. Tujuannya agar pembaca yang budiman dapat dengan mudah melihat letak perbedaan antara yang Asli dengan yang Imitasi.
  4. Kadang ayat redaksi hasil jiplakan MGA, sama persis dengan redaksi ayat suci Alqur’an, hanya saja MGA merubah arah sasaran ayat, menjadi tertuju kepada dirinya sendiri.
  5. Karena dalam penjiplakan ayat suci al-Quran,  si Nabi Palsu tersebut seringkali mengumpulkan beberapa ayat dalam satu tempat, maka penulis terpaksa harus memisahkan antara ayat tersebut, dalam kolom-kolom khusus, tujuannya agar para pembaca, dapat dengan mudah merujuk ke ayat aslinya di Dalam Sitab suci al-Quran.

Untuk selanjutnya kami persilahkan pembaca, melihat langsung, bagaimana parahnya penodaan terhadap ayat suci al-Quran itu… penulis yakin seandainya masyarakat muslim kita tahu, tentunya tidak mungkin ada yang masih membela, keberadaan Kaum Ahmadiyah di lingkungan sekitarnya…. (lebih…)

shohih muslimKITAB: FARO’IDH (warisan)

Bab: Orang Muslim tidak dapat mewarisi Orang kafir, begitu pula sebaliknya

(994) Dari Usamah bin Zaid: Bahwa Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Orang muslim tidak dapat mewarisi orang kafir, (begitu pula sebaliknya), orang kafir tidak dapat mewarisi orang muslim”.

Bab: Berikanlah hak warisan kepada pemiliknya!

(995) Dari Ibnu Abbas, Rosululloh  -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Berikanlah warisan kepada mereka yang berhak menerimanya, (sesuai jatah masing-masing)! Adapun sisanya, maka bagi (ashabah) laki-laki yang paling dekat nasabnya.”

Bab:  Warisan Kalalah[1]

(996) Jabir bin Abdulloh mengatakan: Rosululloh  -shollallohu alaihi wasallam- pernah menjengukku, ketika aku sedang sakit, tidak sadarkan diri. Beliau kemudian berwudhu’, lalu para sahabat memercikkan air sisa wudhu beliau kepadaku, sehingga aku siuman. Aku bertanya: “Wahai Rosululloh, (apa yang harus kulakukan, sedang) yang akan mewarisiku hanyalah kalalah!” Maka, turunlah ayat mengenai warisan. (lebih…)

ka'bahBismillah, walhamdulillah, wash-sholatu wassalamu ala rosulillah, wa’ala alihi wa shohbihi wa man tabi’a hudah…

Menyambung tulisan yang lalu “Haji Bersama Rosululloh”shollallohu alaihi wasallam-, berikut ini kami sertakan “Bagan Kerangka Amalan Haji”, tujuan kami agar pembaca lebih mudah memahami apa saja kegiatan ibadah haji dan lebih bisa memberikan gambaran yang jelas tentang rukun iman yang kelima ini.

Bagan ini, hanya dalam satu lembar kertas kuarto… tapi sudah dapat menerangkan tiga bentuk ibadah haji yang ada: Tamattu’, Ifrod, dan Qiron. Dengan begitu kita bisa lebih mensederhanakan pengetahuan tentang haji, sehingga lebih mudah dipahami dan diamalkan… (lebih…)

shohih muslimBab: Imbauan berwasiat, bagi mereka yg memiliki sesuatu untuk diwasiatkan

(981) Dari Salim, dari Ibnu Umar, bahwa ia mendengar Rosululloh –shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Seorang muslim, yang punya sesuatu untuk diwasiatkan, tidak diperkenankan baginya waktu tiga hari berlalu, kecuali ia telah menuliskan wasiatnya”. Ibnu Umar mengatakan: “Sejak ku dengar sabda itu dari Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-, tidak pernah ku lalui satu malam pun, melainkan aku telah menulis wasiatku”.

Bab: Wasiat Tidak Boleh Melebihi Sepertiga Harta

(982) Sa’d bin Abi Waqqosh mengatakan: Rosululloh  -shollallohu alaihi wasallam- pernah menjengukku saat haji wada’, karena sakitku yang hampir menjemput ajalku. Dalam keadaan seperti itu aku menanyakan: “Wahai Rosululloh, engkau lihat sendiri sakitku yang sudah parah ini, padahal aku tidak memiliki ahli waris kecuali putriku semata wayang, bolehkah aku menyedekahkan dua pertiga hartaku?” beliau menjawab: “Jangan!”, aku bertanya lagi: “Bagaimana jika setengahnya?” beliau menjawab: “Jangan! Kalau sepertiganya boleh, dan sepertiga itu sudah jumlah yang banyak. Sungguh, jika kau tinggalkan ahli warismu dalam keadaan mapan, itu lebih baik, dari pada kau tinggalkan mereka dalam keadaan miskin, lalu meminta-minta kepada orang lain. Tidaklah nafkah yang kau keluarkan dengan ikhlas mengharap wajah Alloh, melainkan kau mendapatkan pahala darinya, termasuk sesuap makanan yang kau masukkan ke mulut istrimu. (lebih…)