Arsip untuk 2 Juni 2009

shohih muslimKITAB:  MUZARO’AH[1]

Bab: Larangan menyewakan tanah

(972) Dari Jabir bin Abdulloh, bahwa Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa yang memiliki lahan (sawah), maka tanamilah sendiri! atau (jika tidak), hendaklah ditanami oleh saudaranya, dan janganlah ia menyewakannya!”

Bab: Menyewakan tanah, dengan makanan (sebagai bayarannya)

(973) Rofi bin Khodij mengatakan: Di zaman Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- Kami biasa menyerahkan penggarapan lahan (sawah) kepada orang lain, dan kami menyewakannya dengan pembayaran sepertiga atau seperempat dari hasil panen atau dengan makanan yang jelas takarannya. Kemudian pada suatu hari, salah seorang dari pamanku mendatangiku seraya mengatakan: Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-  telah melarang kami, untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya ada manfaatnya bagi kami, akan tetapi taat kepada Alloh dan Rosul-Nya tetap lebih besar manfaatnya bagi kami, beliau melarang kami untuk menyerahkan penggarapan tanah (sawah) kepada orang lain, lalu kami pungut upah sewanya, dari sepertiga atau seperempat hasil panen atau dari makanan yang jelas takarannya. Beliau menyuruh tuan tanah untuk menanaminya sendiri, atau agar ditanami oleh saudaranya. Beliau melarang akad sewa lahan (sawah) atau akad sejenisnya. (lebih…)