Arsip untuk 17 Juli 2009

question-mark-1(161) Sebagian syiah menuduh Aisyah r.a. telah berzina –naudzubillah-.

Maka kita katakan kepada mereka: Jika tuduhan itu benar, mengapa Rosululloh tidak menegakkan hukuman zina kepadanya, padahal beliau telah mengatakan “Demi Allah, andai saja Fatimah yang mencuri, maka pasti aku potong tangannya”??! (HR. Bukhori) Mengapa Ali r.a. juga tidak menegakkan hukuman zina kepadanya, padahal ia adalah orang yang tak gentar dengan apapun dijalan Allah??! Mengapa pula Hasan r.a. tidak menghukumnya dengan hukuman zina, ketika ia menjadi kholifah??!

(162) Kaum syiah beranggapan bahwa Ali r.a. memiliki Alqur’an yang susunannya sesuai dengan urutan turunnya!

Kita katakan kepada mereka: Ali r.a. telah menerima tampuk khilafah setelah Utsman r.a, mengapa ia tidak mengeluarkan mushaf ini dengan lengkap dan baik?! Dua kemungkinan untuk kalian:

(a) Bisa jadi mushaf ini sebenarnya tidak ada, dan kalian hanya berdusta atas nama Ali r.a.

(b) atau mungkin mushaf itu ada dan Ali r.a. menyembunyikannya. Jika demikian, berarti ia telah menyembunyikan, dan menipu kaum muslimin selama pemerintahannya. –dan ini tidak mungkin dilakukan olehnya-. (lebih…)

shohih muslimKITAB LI’AN [1]

Bab: Jika seorang suami mendapati istrinya (selingkuh) dengan orang lain

(865) Sahl bin Sa’d as-Sa’idy mengabarkan: bahwa Uwaimir al-Ajlany datang dan bertanya kepada Ashim bin Adiy al-Anshory, “Apa pendapatmu wahai Ashim, jika seorang suami mendapati istrinya selingkuh dengan orang lain? Apa ia membunuh orang tersebut dan mereka akan balas membunuhnya (di qishos)? Atau apa yang seharusnya ia lakukan? Tolonglah wahai Ashim, tanyakan hal ini kepada Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-!

Kemudian Ashim menanyakannya kepada Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-, tetapi beliau tidak senang dengan masalah-masalah itu dan mencelanya, sehingga apa yang didengarnya dari Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- membuat resah hatinya. Ketika Ashim pulang ke rumahnya, datanglah Uwaimir bertanya: “Wahai Ashim! Apa jawaban Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-? Ia menjawab: “Pertanyaanmu itu tidak mendatangkan kebaikan bagiku, Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- tidak senang dengan masalah yang kau tanyakan”. Uwaimir berkata: “Demi Alloh, aku tidak akan berhenti, aku akan tanyakan langsung kepada beliau!”.

Kemudian Uwaimir beranjak menemui Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- di tengah kerumunan orang, ia berkata: “Wahai Rosululloh! Apa yang harus dilakukan seorang suami, yang mendapati istrinya berselingkuh dengan orang lain? Apa ia membunuh orang tersebut dan mereka akan balas membunuhnya (di qishos)? Atau apa yang seharusnya ia lakukan? Maka Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- mengatakan: “Alloh telah menurunkan ayat tentang kamu dan istrimu, maka datangkanlah dia”

Sahl mengatakan: Kemudian keduanya mengucapkan sumpah li’an, saat itu aku dan orang-orang bersama Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-. Ketika keduanya selesai, Uwaimir mengatakan: “Wahai Rosululloh! Sungguh aku telah berdusta kepadanya, jika aku mempertahankannya (sebagai istriku)! Lalu ia mentalaknya sebanyak tiga kali, sebelum Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- memerintahkan hal itu kepadanya. Ibnu Syihab mengatakan: maka itu menjadi tuntunan bagi orang yang melakukan sumpah li’an. (lebih…)