Arsip untuk Agustus, 2009

79346203.xLptoriw.DSC_2575BleedingHeartCroppedcopyBismillaah… wash sholaatu wassalaamu alaa Rosulillaah… wa alaa aalihii washohbihii wa man waalaah…

Berikut ini ringkasan kitab Adab Zifaf (Etika Pernikahan), Karya Syeikh Albani rohimahulloh… Semoga bermanfaat bagi para pembaca, khususnya yang bersiap akan melangsungkan pernikahan dan mengakhiri masa lajangnya…

1. Hendaklah dua sejoli yang akan merajut tali suci nikah, meniatkannya untuk membersihkan jiwanya dan menjaga dirinya dari apa yang diharamkan Alloh, karena dengan begitu pergaulan keduanya dicatat sebagai sedekah, sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam- “Pada kemaluan salah seorang diantara kalian ada sedekah”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rosululloh, apa dengan memuaskan syahwat, orang bisa menuai pahala?!” . Beliau menjawab: “Bukankah ia akan berdosa jika menaruhnya pada hal yang harom?! Begitu pula sebaliknya, ia akan mendapat pahala jika menaruhnya pada hal yang halal” (HR. Muslim: 1006).

2. Saat pertama kali bertemu atau hendak berhubungan, hendaknya suami meletakkan tangannya pada permulaan kepala istrinya, seraya membaca basmalah, doa untuk keberkahannya (misalnya dengan mengucapkan: “اللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْها، وَبَارِكْ لَهَا فِيَّ” = ya Alloh berkahilah dia untukku, dan berkahilah aku untuknya), dan doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Dengan menyebut nama Alloh… Ya Alloh sungguh aku mohon padamu kebaikan wanita ini, dan kebaikan tabiatnya. Dan aku memohon perlindungan-Mu dari keburukannya dan keburukan tabiatnya.

Sebagaimana sabda Rosululloh –shollallohu alaihi wasallam-: “Jika kalian telah menikahi wanita atau membeli budak, maka peganglah bagian depan kepalanya, ucapkanlah basmalah, berdoalah untuk keberkahannya, dan hendaklah ia mengucapkan… (yakni doa di atas)”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan yang lainnya, sanadnya hasan) (lebih…)

bom dinamitKaum muslimin, semoga Allah membimbing kita di atas jalan-Nya yang lurus. Di hari-hari ini kita bisa melihat dengan mata kepala kita, bagaimana sejarah perjuangan umat Islam kembali dinodai oleh ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Islam dan jihad. Dengan seenaknya mereka melakukan tindak pengeboman, penghancuran, serta berupaya untuk mengacaukan ketentraman negeri kaum muslimin dengan kedok jihad dan ijtihad. Padahal, Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari apa yang mereka lakukan. Alangkah cocok sebuah bait syair yang menggambarkan keadaan orang-orang seperti mereka,

Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila
Namun, malang. Ternyata Laila tidak mengiyakan omongan mereka

Begitulah kurang lebih keadaan mereka. Dengan tanpa malu-malu, mereka mengaku sebagai barisan mujahidin dan menobatkan diri sebagai mujtahid. Bagaimana mungkin orang yang gemar menebar kekacauan dan kerusakan di atas muka bumi dengan membunuh nyawa tanpa hak layak untuk disebut sebagai mujahid, apalagi dinobatkan sebagai mujtahid? Allahul musta’an! Di manakah akal mereka? (lebih…)

isbal celanaPenanya: Abu Zahroh

Ustadz Abu Abdillah, Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahi ilmu Ustadz… Saya ada pertanyaan, apakah penukilan pendapat Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani seperti yang dicantumkan di sebuah website bahwa “Isbal halal hukumnya bila tanpa diiringi sikap sombong” itu valid dari beliau ?

Jawaban:

Bismillaah… walhamdulillaah… wash-sholaatu wassalaamu ala Rosuulillaah… wa’ala aalihi washohbihi waman waalaah…

Memang ada sebagian orang menisbatkan pendapat bolehnya isbal tanpa rasa sombong kepada Al-Hafidz Ibnu Hajar, padahal itu tidak benar. Sebaliknya, beliau justru menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa larangan itu umum, baik untuk yang sombong maupun tidak… Anda bisa merujuknya ke Fathul Bari, karya Ibnu Hajar, syarah hadits no: 5788-5791. Beliau membahas masalah ini, dengan panjang lebar…

Diantara perkataan beliau yang menguatkan pendapat haramnya isbal secara umum adalah: (lebih…)

2073rs0.jpgPenanya: Akh Tommi

Ada yg saya ingin tanyakan perihal niat. Spt yg kita semua tau bahwa masih banyak org yg melafazkan niat spt niat sholat (Usholli…), niat puasa (nawaitu shauma ghodin…), niat haji dll, pdhl -Subhanallah-, ibadah itu sangatlah mudah spt salah satu sabda Rasulullah mengenai sholat, “mulailah sholat dengan takbiratul ihram”. Beliau tidak menyuruh untuk melafazkan niat tetapi niat itu ada di dalam hati. Yg ingin saya tanyakan,

1. Bagaimana awalnya sejarah org2 mulai melafazkan niat ini?

2. Apakah org2 yg melafazkan niat ini ibadahnya menjadi tertolak? karena mengingat lafaz niat ini adalah sesuatu yg baru yg tidak diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, sebagaimana sabdanya, “barangsiapa yg membuat perkara baru dalam agama ini, maka ia tertolak”.

Terima kasih atas jawabannya ya akhi.

Wassalamu’alaikum

Jawaban:

Waalaikum salam warohmatulloh…


Pertama: Memang ada beberapa sebab yang menjadikan mereka mengatakan melafalkan niat itu sunnah… diantara alasan mereka adalah:

a. Menjauhkan rasa was-was dalam hati dan lebih memudahkan dalam menuntun hati untuk berniat…

b. Meng-qiyas-kan ibadah yang tidak ada tuntunan melafalkan niatnya, dengan ibadah yang disyariatkan melafalkan niatnya, seperti menyembelih kurban dan haji atau umroh…

c. Kesalahan sebagian fuqoha’ Madzhab Syafi’i -rohimahumulloh– dalam memahami perkataan imam syafi’i –rohimahulloh-. Sebagaimana dinyatakan oleh Imam An-Nawawi -rohimahulloh-: (lebih…)

LoveHeartGlassCandleHolder1033744 (1)الأعمال بالنيات = الأمور بمقاصدها

[1] Dalam redaksi lain  (في كل أمره), ini menunjukkan bahwa diantara makna kata (الأمر) adalah (الشيء), sebagaimana dijelaskan oleh pengarang kitab Dusturul Ulama’ (1/128), wallohu a’lam.

Semua Amalan Tergantung Pada Niatnya

Mukadimah:

Kaidah ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Islam terhadap masalah hati dan niat, mengapa demikian? Karena hati adalah kunci utama amalan kita, dan niat adalah ruh penggerak jasad kita. Kita hanya akan mendapat pahala ketika kita niatkan amalan itu karena Alloh, sebagaimana sabda Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-:

عن سعد بن أبي وقاص قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: المؤمن يؤجر في كل شيء،[1] حتى في اللقمة يرفعها إلى في امرأته. (رواه أحمد وغيره وقال الأرناؤوط إسناده حسن)ـ

Seorang mukmin bisa mendapat pahala dari segala sesuatu (dengan niat yg baik), hingga suapan yang ia masukkan ke mulut istrinya. (HR. Ahmad dan yang lainnya, dihasankan oleh Al-Arna’uth)

Dengan niat yang baik, amalan yang sederhana bisa menghasilkan pahala yang agung. Tidak asing bagi kita, kenapa sahabat Abu Bakar mengungguli sahabat-sahabat yang lainnya? Seorang tabi’in, Bakr ibnu Abdillah al-Muzaniy mengatakan:

إن أبا بكر رضي الله عنه لم يفضل الناس بكثرة صلاة، إنما فضلكم بشيء كان في قلبه (صحيح موقوف على بكر بن عبد الله المزني)ـ

Sungguh! tidaklah Abu Bakar itu mengungguli orang-orang dengan banyaknya amalan sholatnya, tapi beliau mengungguli kalian itu dengan apa yang ada di hatinya.

Sebaliknya karena niat yang salah, amalan yang besar sekalipun, bisa jadi hanya seperti debu yang beterbangan. sebagaimana firman Alloh swt: (lebih…)

1167656352Bismillah… Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulillah…, para sahabat, dan mereka yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamah…

Pada masa awal Islam, Kafir Quraisy berusaha menjauhkan Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dari agamanya.

Itu mereka lakukan, karena dakwah Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menyeru kepada tauhid… yakni mengesakan Alloh ta’ala…  baik dalam hal rububiyah, uluhiyah, maupun dalam hal nama dan sifat-Nya… Hal ini sangat bertentangan dengan agama nenek moyang mereka yang penuh dengan kesyirikan…

Mereka menyembah banyak tuhan, sebagaimana firman Alloh (yang artinya) “Mereka menyembah selain Alloh, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana ataupun memberi manfaat kepada mereka… Mereka berkata: ‘Para sesembahan itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Alloh'”. (Yunus:18)…

Dalam ayat lain dikatakan: “Pantaskah kalian (para musyrikin) menganggap (sesembahan) Al-Lata, Al-Uzza, dan yang ketiga Al-Manat (sebagai anak perempuan Alloh)?!… Pantaskah untuk kalian anak laki-laki, sedang untuk-Nya anak perempuan?!.. Sungguh itu pembagian yang tidak adil” (An-Najm:19-22) (lihat tafsir Ibnu katsir jilid 7, hal 458) (lebih…)

أذكار الصباح والمساءAlhamdulillah… Untuk menyambut keagungan bulan romadhon tahun ini, kami posting dzikir pagi dan sore… insyaAlloh dengan mengamalkan dzikir ini, kita bisa meraih keuntungan dunia akhirat, dan bulan Romadhon kita menjadi lebih bermakna (bukan berarti dzikir ini khusus untuk bulan Romadhon)… seperti biasa, sebelum para pembaca jauh masuk ke inti pembahasan, kami berikan poin-poin penting yang akan membantu anda lebih dapat memahami isi dan maksud postingan ini:

  1. Hadits-hadits yang kami cantumkan, insyaAlloh bukan hadits yang lemah, oleh karenanya kami cantumkan komentar para ulama ahli hadits tentang derajat hadits tersebut di setiap akhirnya.
  2. Dalam menerjemahkan hadits-hadits tentang fadilah dan keutamaan dzikir ini, kami menggunakan terjemahan bebas yang insyaAlloh tidak merubah maksud hadits tersebut, tidak lain tujuan kami untuk menyederhanakan kata agar lebih mudah dipahami.
  3. Dzikir-dzikir yang ada, kami terjemahkan ke indonesia secara tekstual, agar ketika membaca dzikir tersebut kita tahu arti yang dikandungnya. (arti tersebut tidak perlu dibaca ketika mengamalkannya). (lebih…)

سورة الملكPenanya: Abu Hanan

Pertanyaan: Apakah shohih? Hadits yg menyatakan bahwa dengan hapal surat Al-mulk dan dibaca berulang-ulang dapat menjaganya dari siksa kubur, dan di akherat nanti dapat menjadi salah satu syafaat? Makasih.

Jawaban:

Pertama:  Memang banyak fadhilah dan keutamaan dari surat al-Mulk, diantaranya yang shohih (bisa dijadikan pegangan) adalah:

ـ(1) عن أبي هريرة، عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: سورة من القرأن، ثلاثون اية؛ تَشْفَعُ لصاحبها حتى يُغْفَرَ له: تبارك الذي بيده الملك. (رواه أبو داود واللفظ له, والترمذي وغيرهما، وصححه ابن حبان والحاكم والذهبي، وحسنه الترمذي والألباني)ـ

Dari Abu Huroiroh, Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Ada surat dari Alqur’an yang terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat memberikan syafa’at bagi ‘temannya’ (yakni orang yang banyak membacanya) sehingga orang tersebut diampuni dosanya, yaitu: Surat Tabarokalladi bi yadihil mulk“. (HR. Abu Dawud dg redaksinya, diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi, sedangkan at-Tirmidzy dan Albani menghasankannya) (lebih…)