Posts Tagged ‘Ahmadiyah’

SorbanBismillah, alhamdulillahi wa kafa… was sholatu was salamu ala rusulihil musthofa… wa ala alihi wa shohbihi wa maniktafa…

Tulisan ini diangkat dari Al-Qadiayaniyah Dirasat Wa Tahlil, karya Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir, cetakan pertama, tahun 2005, dari percetakan Darul Imam al-Mujaddid, Mesir. Meski hanya satu refensi yang kami jadikan pegangan, namun buku yang dikarang oleh Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir ini merupakan buku yang istimewa. Beliau, yang berkebangsaan Pakistan, sangat menguasai dan memahami permasalahan tentang Ahmadiyah sebagaimana tertulis dengan bahasa aslinya, yaitu bahasa Urdu. Rujukan beliau banyak bertumpu pada karya-karya asli Jemaat Ahmadiyah, baik yang dikarang oleh Mirza Ghulam Ahmad atau para penerusnya.

Keluarga Mirza Ghulam Ahmad

Dia menceritakan, namaku Ghulam Ahmad. Ayahku Ghulam Murtadha (bin Atha’ Muhammad). Bangsaku Mongol. (Kitab Al-Bariyyah, hal. 134, karya Ghulam Ahmad).

Namun dalam kesempatan lain, ia mengatakan: “Keluargaku dari Mongol… Tapi berdasarkan firman Allah, tampaknya keluargaku berasal dari Persia, dan aku yakin ini. Sebab tidak ada seorang pun yang mengetahui seluk-beluk keluargaku seperti pemberitaan yang datang dari Allah Ta’ala”. (Hasyiah Al-Arbain, no. 2 hal. 17, karya Ghulam Ahmad).

Dia juga pernah berkata: “Aku membaca beberapa tulisan ayah dan kakek-kakekku, kalau mereka berasal dari suku Mongol, tetapi Allah mewahyukan kepadaku, bahwa keluargaku dari bangsa Persia.” (Dhamimah Haqiqati Al-Wahyi, hal. 77, karya Ghulam Ahmad).

Dalam kesempatan lain, ia  juga pernah mengatakan: “…. karena sesungguhnya aku adalah keturunan asli dari Cina”  (Haqiqotul Wahyi matnan wa hasyiah, hal: 200, karya Ghulam Ahmad)

(lebih…)

ahmadiyah-tadzkirah-01bBismillaah, wash-shollaatu was salaamu alaa Rosulillah, wa’alaa aalihii washohbihii wa man waalaah…

Dalam tulisan ini, kami akan paparkan ajaran-ajaran ahmadiyah dari kitab mereka sendiri, Tadzkiroh, kitab yang dianggap memuat wahyu-wahyu suci, yang diturunkan oleh Alloh subhanahu wata’ala kepada si nabi palsu, Mirza Ghulam Ahmad (MGA).

Kami, tidak akan berbicara panjang lebar dalam tulisan ini, karena tujuan kami hanyalah untuk memuat fakta yang ada dalam kitab tadzkiroh tersebut. Kami hanya akan menyebutkan akidah mereka, dengan disertai rujukan dari kitab tadzkiroh tersebut. Semoga dengan ini, kita bisa menyingkap tabir yang selama ini menutupi hakekat yang ada.

Yang mendorong kami menulis artikel ini adalah firman Alloh ta’ala

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: tetaplah memberikan peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu akan selalu memberikan manfaat bagi orang mukmin. (adz-Dzariyat: 55)

Begitu pula sabda Rosululloh –shollallohu alaihi wasallam-:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Artinya: “Agama ini adalah nasehat”. Kami (para sahabat) bertanya: “Untuk siapa (nasehat itu) wahai Rosululloh?”. Rosullulloh menjawab: “Untuk (mengajak ke jalan) Alloh, kitab-Nya, rosul-Nya dan untuk umat islam, baik pemimpin maupun rakyatnya (HR. Bukhori Muslim)

Catatan penting:

Untuk lebih meng-efisien-kan tulisan, selanjutnya nama Mirza Gulam Ahmad kami singkat menjadi (MGA)

Ayat yang nomor halamannya lebih dari satu, menunjukkan bahwa ayat dengan redaksi yang sama, terdapat pada halaman-halaman tersebut.

Berikut ini, kami paparkan sebagian Akidah Ahmadiyah dari kitabnya langsung, yakni Kitab Tadzkiroh: (lebih…)

tadhkirah160ab1Oleh: Abu Abdillah Addariny

Bismillahirrohmanirrohim… alhamdulillaahi robbis samaawaati warobbil ardhi warobbil ’arsyil karim… wash-sholaatu wassalaamu ala rosulihil kariim… wa’ala aalihii washohbihi wa man saaro alaa nahjihi ila yaumil adhiim…

Berikut ini kami paparkan bukti penodaan dan penjiplakan, yang dilakukan oleh Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad, terhadap Kitab Suci Umat Islam Alqur’an…

ayat-ayat ini tercantum dalam kitab suci Ahmadiyah tadzkiroh yang ditulis sendiri oleh Mirza Ghulam Ahmad. Ayat-ayat yang disusun dengan serampangan, dan kelihatan tak serasi, bahkan oleh mereka yang belum memahami grammer dalam bahasa arab sekalipun.

Semoga dengan melihat secara langsung bagaimana tindakan kriminal rohani dilakukan oleh Nabi Palsu itu, kita semua bisa mengambil pelajaran berharga darinya… Sehingga yang masih bingung bersikap, menjadi cepat sigap, dan bagi yang sudah mengambil sikap, menjadi makin mantap… amin.

Catatan penting:

  1. Untuk lebih meng-efisien-kan tulisan, selanjutnya: “Mirza Ghulam Ahmad” kami singkat “MGA
  2. Nomor yang tertera di bagian kiri, adalah berdasarkan nomor urut yang dibuat oleh LPPI. Tujuan kami tetap mencantumkannya, agar anda mudah dalam merujuk kembali ke naskah asli yang mengumpulkan ayat-ayat tersebut.
  3. Ayat yang dijiplak oleh MGA, kami cetak dengan huruf tebal. Tujuannya agar pembaca yang budiman dapat dengan mudah melihat letak perbedaan antara yang Asli dengan yang Imitasi.
  4. Kadang ayat redaksi hasil jiplakan MGA, sama persis dengan redaksi ayat suci Alqur’an, hanya saja MGA merubah arah sasaran ayat, menjadi tertuju kepada dirinya sendiri.
  5. Karena dalam penjiplakan ayat suci al-Quran,  si Nabi Palsu tersebut seringkali mengumpulkan beberapa ayat dalam satu tempat, maka penulis terpaksa harus memisahkan antara ayat tersebut, dalam kolom-kolom khusus, tujuannya agar para pembaca, dapat dengan mudah merujuk ke ayat aslinya di Dalam Sitab suci al-Quran.

Untuk selanjutnya kami persilahkan pembaca, melihat langsung, bagaimana parahnya penodaan terhadap ayat suci al-Quran itu… penulis yakin seandainya masyarakat muslim kita tahu, tentunya tidak mungkin ada yang masih membela, keberadaan Kaum Ahmadiyah di lingkungan sekitarnya…. (lebih…)