Posts Tagged ‘dzikir’

Bismillah wal hamdulillah, akhirnya Alloh memudahkan kami untuk meneruskan artikel ini…

Dalil keenam:

Bahwa amal dzikir jama’i telah diperaktekkan oleh mayoritas muslimin, dan mayoritas itulah yang dimaksud dengan al-Jama’ah, padahal kita tahu Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah mewasiatkan kita agar selalu bersama al-Jama’ah dalam banyak hadits.

Jawaban:

1. Sungguh ini merupakan dalil yang sangat lemah, karena salahnya penafsiran kata “al-Jama’ah”. Penafsiran yang tepat adalah sebagaimana dikemukakan oleh para imam berikut ini:

a. Sahabat Ali bin Abi Tholib r.a:

السنة -والله- سنّة محمد صلى الله عليه وسلم, والبدعة ما فارقها، والجماعة -والله- مجامعة أهل الحق وإِنْ قلّوا، والفُرقة مجامعة أهل الباطل وإِن كثروا

Demi Alloh (yang dimaksud dengan) sunnah adalah sunnahnya Muhammad –shollallohu alaihi wasallam-, sedang bid’ah adalah apapun yang menyelisihi sunnah. Dan demi Alloh, yang dimaksud dengan al-Jama’ah adalah bersama dengan ahlul haq meski jumlah mereka sedikit, sedang al-Furqoh adalah bersama dengan ahlul batil meski jumlah mereka banyak. (lihat Kanzul Ummal 1/378)

b. Sahabat Ibnu Mas’ud r.a:

الجماعة ما وافق الحق وإن كنت وحدك -وفي رواية- إن الجماعة ما وافق طاعة الله عز و جل

“Al-Jama’ah adalah apa yang sesuai dengan kebenaran meski kau seorang diri”… dalam riwayat lain redaksinya: “Sesungguhnya al-Jama’ah adalah apa yang sesuai dengan ketaatan kepada Alloh” (Tahdzibul Kamal 22/264-265)

c. Nu’aim bin Hammad r.h: (lebih…)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum…

Ustadz ana tanya bagaimana dng hadist berikut, Dari Ibnu Abbas : “Aku mengetahui dan mendengarnya (berdzikir dan berdoa dengan suara keras) apabila mereka selesai melaksanakan shalat dan hendak meninggalkan masjid.” (HR Bukhari dan Muslim)… Ana bingung tentang makna hadist shahih tsb, mohon penjelasannya… (Penanya: Hendrik)

Kiranya sekian jawaban pertanyaan ini, penulis yakin banyak kekurangan di sana sini, tapi penulis tetap berharap, semoga bisa memberikan kejelasan dan manfaat bagi penanya dan siapa pun yang membacanya… Wa subhanakallohumma wa bihamdika, asyhadu al la ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik…

Jawaban:

Waalaikum salam warohmatulloh…

Bismillaah… wash sholaatu wassalaamu alaa rosuulillaah… wa alaa aalihia washohbihai waman waalaah… amma ba’du: (lebih…)

Bismillah… alhamdulillah… was-sholatu wassalamu ala sayyidina, wa maulana, wa qurrotu a’yunina Muhammadibni abdillah… wa ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsan ila yaumil qiyamah…

Para pembaca yang budiman… semoga Alloh mencurahkan rahmat dan taufiq-Nya kepada kita semua… Bukankah kita semua mencintai Alloh, Tuhan dan Sesembahan kita?! Jika benar kita mencintai-Nya, maka sudahkah kita buktikan kecintaan itu dalam kehidupan nyata?! Lalu apa yang bisa menjadi bukti cinta kita kepada-Nya?! Simaklah firman Alloh berikut ini:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah (wahai Muhammad, kepada para hambaku)!: “Jika kalian benar-benar mencintai Alloh, maka ikutilah aku (yakni Nabi Muhammad)! Niscaya Alloh akan mencintai kalian, dan mengampuni dosa kalian. (Sungguh) Dia maha pengampun lagi maha penyayang.” (Alu Imron:31)…

Ayat ini dengan jelas memberikan kita pelajaran berharga, barangsiapa mengaku cinta Alloh, maka hendaklah ia mengikuti sunnah Rosul -shollallohu alaihi wasallam-… Dan dalam rangka mewujudkan cinta Alloh dan Rosul-Nya ini, marilah kita teliti gerak gerik kita dalam hidup ini, sudahkah sesuai tuntunan beliau?! Jika sudah sesuai, maka marilah istiqomah dan giat dalam menjalankannya! Sebaliknya jika kurang sesuai, marilah kita berlapang dada untuk membenahi dan mengoreksinya!… Semoga kita ditunjuki jalan yang lurus oleh-Nya… amin.

Artikel ini adalah lanjutan artikel sebelumnya, semoga bermanfaat bagi kaum muslimin semuanya, utamanya bagi mereka yang semangat untuk kembali meneladani Sang Pembawa Risalah ini, para sahabatnya, para tabi’in, dan para tabiut tabiin… amin. (lebih…)

أذكار الصباح والمساءAlhamdulillah… Untuk menyambut keagungan bulan romadhon tahun ini, kami posting dzikir pagi dan sore… insyaAlloh dengan mengamalkan dzikir ini, kita bisa meraih keuntungan dunia akhirat, dan bulan Romadhon kita menjadi lebih bermakna (bukan berarti dzikir ini khusus untuk bulan Romadhon)… seperti biasa, sebelum para pembaca jauh masuk ke inti pembahasan, kami berikan poin-poin penting yang akan membantu anda lebih dapat memahami isi dan maksud postingan ini:

  1. Hadits-hadits yang kami cantumkan, insyaAlloh bukan hadits yang lemah, oleh karenanya kami cantumkan komentar para ulama ahli hadits tentang derajat hadits tersebut di setiap akhirnya.
  2. Dalam menerjemahkan hadits-hadits tentang fadilah dan keutamaan dzikir ini, kami menggunakan terjemahan bebas yang insyaAlloh tidak merubah maksud hadits tersebut, tidak lain tujuan kami untuk menyederhanakan kata agar lebih mudah dipahami.
  3. Dzikir-dzikir yang ada, kami terjemahkan ke indonesia secara tekstual, agar ketika membaca dzikir tersebut kita tahu arti yang dikandungnya. (arti tersebut tidak perlu dibaca ketika mengamalkannya). (lebih…)

1592616424_smallKALIMAT TAUHID

Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa mengucapkan:
(أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ)
niscaya Alloh akan memasukkannya ke surga, dari 8 pintu manapun ia menghendaki.” (HR. Bukhori Muslim)

Rosul -shollallohu alaihi wasallam-  bersabda: “Barangsiapa berwudlu dengan sempurna, kemudian ia membaca:
(أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ)
niscaya akan dibukakan baginya pintu-pintu surga, ia boleh masuk dari pintu manapun ia kehendaki.” (HR. Muslim)

Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “sesungguhnya Alloh mengharamkan neraka bagi hambanya yang mengatakan dengan ikhlas kalimat (Laa ilaaha illallooh).” (HR. Bukhori Muslim).

Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa masuk pasar dengan membaca:
(لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ)
niscaya akan dicatat baginya sejuta kebaikan, dihapus dengannya sejuta dosa, dan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Attirmidzy dan Alhakim, dan dihasankan oleh Al-albany)

Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa membaca:
(لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ)
maka baginya pahala memerdekakan 10 budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dan dihapus dengannya 100 dosa, dzikir tersebut akan menjadi pelindung baginya dari gangguan setan mulai pagi hari itu hingga sorenya, dan tidak seorangpun yang dapat mengungguli amalannya kecuali orang yang membaca dzikir itu dengan bilangan lebih banyak darinya.” (HR. Bukhori Muslim)

Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Barangsiapa ketika mendengar adzan membaca:
(أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ  بِاللَّهِ  رَبًّا،  وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا)
niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim) (lebih…)

2399580550035486082qycBxD_fsd

بسم الله الرحمن الرحيم

KEUTAMAAN kota MADINAH

Madinah adalah Kota Nabi, kota tempat beliau -shollallohu alaihi wasallam-  berhijrah. Kota ini mempunyai banyak julukan diantaranya: thoobah dan thoybah.

Madinah mempunyai banyak keutamaan, diantaranya:

Pertama :Bermukim di kota Madinah lebih baik dari pada bermukim di tempat lain.

Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Kota Madinah adalah (tempat tinggal yang) lebih baik bagi mereka, andai mereka mengetahuinya” (HR. Bukhori Muslim)

Kedua: Kota Madinah dibersihkan dari orang yang hina dan rusak.

Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda mengenai hal ini: “Kota Madinah membersihkan manusia, sebagaimana ubupan (alatnya pandai besi) membersihkan besi dari karatnya” (HR. Bukhori Muslim)

Ketiga: Iman akan kembali pulang ke kota Madinah.

Iman akan bersatu dan berkumpul lagi di Madinah, sebagaimana sabda Rosul -shollallohu alaihi wasallam-: “Sesungguhnya iman akan kembali ke Madinah, sebagiamana ular akan kembali ke lubangnya” (HR. Bukhori dan Muslim). Oleh karena itu, setiap insan muslim merasakan adanya rasa rindu dalam dirinya untuk pergi ke Madinah demi mendapatkan keutamaannya. (lebih…)