Profil

Nama: Abu Abdillah Addariny

TTL: Jepara, 29 Juni 1982

Karir Studi:

Lulus MI (setara dg SD), di Pondok Tahfidz “Yanbu’ul Qur’an”, yang berlokasi di Kota Kecil Kudus, Jawa Tengah, Indonesia.

Kemudian meneruskan ke jenjang MTs (setara dg SMP) di pondok yg sama.

Meneruskan lagi ke MAK TBS (Madrasah Aliyah Keagamaan, Tasywiquth Thullab Salafiyyah) yang setara dengan SMU, di kota yang sama.

Tahun 2001, mencoba balik setir untuk ilmu dunia, dengan meneruskan studi di Malang, tepatnya di UNISMA, jurusan Ekonomi Manajemen, tapi belum lengkap dua semester dapat panggilan beasiswa ke Islamic University of Madinah.

tahun 2002, Alhamdulillah bisa berangkat ke Kota Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, Madinah, untuk meneruskan perjalanan menuntut ilmu agama.

Tahun pertama di Madinah, bisa menyelesaikan studi di jenjang Syu’bah (jenjang untuk pematangan bahasa arab).

Empat tahun kemudian (2007), lulus S1, di Univ. Islam Madinah, Fakultas Syari’ah.

Sekarang sedang menyelesaikan S2, di Universitas yang sama, jurusan Ushul Fikih. Semoga kami mendapatkan taufiq-Nya dalam menyelesaikan studi ini, hingga tuntas sesuai harapan, dengan mudah, baik, dan lancar, serta mendapatkan ilmu yang bermanfaat, berkah fid diini wad dun-ya wal aakhiroh… sehingga mendapatkan ridho dan Firdaus-Nya, amin……

Aktivitas:

Menyelesaikan Thesis Magister, menulis dan menerjemahkan beberapa buku dan artikel, nge-Blog.

Tentang blog ini:

Blog ini kami buat pada 12 Mei 2009 M.

Harapan besar, mendorong kami untuk membuka blog yang serba pas-pasan ini, semoga dengannya kami bisa lebih memanfaatkan ilmu yang kami miliki, beramal lebih banyak, bisa memperbaiki umat, mendakwahkan yang Haq, dan seabrek harapan yang lainnya… Memang kami sadari, amal ini adalah amal yang kecil dan tak sebanding dengan harapan yang ada… Tapi paling tidak, itu akan menjadi kompas penunjuk jalan kemana kami akan melangkah… sekaligus menjadi suntikan semangat untuk terus eksis mengisi hidup ini dengan amal yang bermanfaat bagi diri sendiri khususnya, dan orang lain pada umumnya… semoga amal yang sederhana ini mendapat ridho dan berkah dari Alloh -azza wajall-, amin…

Blog ini akan kami isi dengan semua yang berhubungan dengan Islam dan pernik-perniknya, dengan mengacu kepada paham Ahlussunnah wal jamaah, sesuai dengan pemahaman para salafus sholeh…

Kami ada karena Anda… Kami berkarya untuk anda yang kami nilai sangat berharga… oleh karena itu, PARTISIPASI dan SUMBANGSIH anda SANGAT DAN SANGAT kami HARAPKAN, dengan memberikan komentar, usulan, atau analisa yang membangun… semoga dengan begitu kita tercatat sebagai hamba-Nya yang saling membantu dalam takwa dan kebaikan, amin…

Untuk keterangan lebih lanjut, anda bisa berhubungan dengan saya via email syavax@yahoo.com, atau YM.

Wassalam…

  1. 10 Juni 2009 pukul 23:55 | #1

    -Subhanallah, anda diberikan nikmat yang begitu besar oleh Allah Swt.Dengan blog ini anda juga membantu pengunjungnya untuk menambah wawasan.
    -Selamat,semoga anda sukses.Amin
    -Salam

    • addariny
      11 Juni 2009 pukul 04:53 | #2

      Alhamdulillah awwalan wa akhiron… itulah harapan kami satu-satunya… beribadah sekaligus memberikan manfaat kepada orang lain… amin… semoga doa anda terkabul untuk kita semua… wassalamualaikum warohmatulloh…

  2. 20 Juni 2009 pukul 12:37 | #3

    Ustadz Mushoffa?

    • addariny
      20 Juni 2009 pukul 12:44 | #4

      Bukan, saya hanya seorang mahasiswa di Madinah, nama saya bukan Mushoffa, tapi Musyaffa’.
      Anda siapa? tahu nama Mushoffa dari mana? salam kenal untuk anda…

  3. 21 Juli 2009 pukul 03:01 | #5

    assalamu’alaikum

    • addariny
      21 Juli 2009 pukul 11:33 | #6

      waalaikum salam warohmatulloh…

  4. 3 Agustus 2009 pukul 07:40 | #7

    assalamualaikum,pengin sekali belajar lagi dari antum…

    • addariny
      4 Agustus 2009 pukul 16:48 | #8

      Waalaikum salam warohmatulloh… Ada banyak yg lebih dari ana… Mungkin posisi yang paling tepat bagi ana adalah: “Tidak ada rotan, akar pun jadi”…

  5. Tommi
    6 Agustus 2009 pukul 12:49 | #9

    Assalamu’alaikum,

    Dari awal mengenyam pendidikan aja akhi udh dekat dengan dunia Islam. Alhamdulillah, akhi bermanhaj salaf, saya jadi bisa belajar lbh dalam tentang Islam sesuai pemahaman para salafus sholih dari akhi. Maklum akh, saya ini sedang berusaha mendekatkan diri dengan Islam setelah dulu sempat jauh dan terluntang-lantung dari islam.

    Oh ya akh, saya ingin belajar hukum nasikh-mansukh hukum2 didalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah, apakah akhi tahu buku apa yg pas utk saya baca yg ada di Indonesia ini? Mungkin ada buku2 terjemahan yg akhi tahu, berikut nama pengarangnya. Salah seorg teman saya memberi referensi, jika ingin mengetahui nasikh-mansukh dalam hadits, rujuklah kitab Ar Risalah-nya Imam Syafi’i.

    Akhirul kalam, Insya Allah saya akan terus mengikuti blog akhi Addariny ini, dan mungkin saya akan melontarkan pertanyaan jika ada yg tidak saya mengerti. Hanya saja, akhi addariny jgn sampai bosan menjawab pertanyaan saya dan pertanyaan pengunjung2 yg lain :).

    Tetap semangat di jalur sunnah ya akhi. Salam ukhuwah dari jakarta. Doakan saya punya rizki agar bisa mengunjungi negeri Al Haram untuk menunaikan rukun Islam kelima dan mengunjungi kota Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam.

    Wassalamu’alaikum.

    • addariny
      7 Agustus 2009 pukul 07:54 | #10

      Waalaikum salam warohmatulloh…
      Alhamdulillah… Semua itu merupakan karunia Alloh… Semoga Alloh memberikan karunia kepada saya untuk bisa mensyukurinya… Semoga kita akan terus istiqomah (konsisten) dalam manhaj salaf yang lurus ini, amin…
      Hukum nasikh-mansukh dan kaidah-kaidah dalam menggali hukum dari Alqur’an dan Hadits, bisa anda dapatkan dalam disiplin ilmu Ushul Fikih, dan banyak sekali kitab yang membahasnya, diantaranya Kitab Risalah karya Imam Syafi’i.
      Menurut pengamatan kami, Kitab Risalah ini lebih cocok bagi mereka yang sudah mumpuni dalam ilmu ushul fiqih… Kitab tersebut kurang cocok bagi mereka yang baru belajar disiplin Ilmu Ushul Fikih…
      Kalau saya boleh memberi saran, sebaiknya antum memulai dari kitab dasar dulu, seperti Kitab Al-Ushul min Ilmil Ushul karya Syeikh Muhammad Al-Utsaimin… Alhamdulillah kitab ini udah ada terjemahannya dalam bhs indonesia…
      Saya ucapkan banyak terimakasih atas kesediaan antum mampir di blog yang serba pas-pasan ini, wa jazakallohu khoiro (smg Alloh memberi balasan kebaikan kepada antum)…
      InsyaAlloh saya tidak akan bosan menerima pertanyaan yang ada, dan saya akan berusaha menjawabnya semampunya…
      Amin…3 semoga niat mulia antum dikabulkan oleh Yang Maha Mendengar, Maha Pemurah, Maha Pengabul doa, dan Maha berkuasa atas segala sesuatu…
      Waalaikum salam warohmatulloh…

  6. Abu Zahroh
    8 Agustus 2009 pukul 02:53 | #11

    Bismillaahirrahmaanirrahiim.

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
    Ustadz Abu Abdillah Addariny, blog antum sangat bagus terutama dari sisi kekuatan dalil dan penyajian. Tabel-tabel dalam masalah isbal juga dalam hal dzikir pagi dan sore, serta diagram dalam pelaksanaan ibadah haji, sangat membantu dalam memahami isi dan maksud tulisan.

    Tetap semangat menulis ya Ustadz!
    Ditunggu artikel-artikel selanjutnya.
    Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menambah dan memberkahi ilmu ‘panjenengan’.

    Ana ijin untuk copy artikel-artikelnya.

    Barakallaahu liy wa lakum.
    Abu Zahroh

    • addariny
      8 Agustus 2009 pukul 10:50 | #12

      Waalaikum salam warohmatulloh…
      Alhamdulillah… itu semua karunia Alloh… Semua yang baik dari Alloh, sedang yang jelek dari diri sendiri dan dari setan, dan Alloh dan Rosul-Nya bebas darinya (ucapan Ibnu Mas’ud)… serta Aku memohon ampun kepada-Nya…

      InsyaAlloh sy akan berusaha terus menulis… mudah2an Alloh memberikan taufiq-Nya… amin…
      Silahkan ko-pas artikelnya, jangan lupa sertakan alamat sumbernya… wafikum barokalloh…

  7. 11 Agustus 2009 pukul 06:52 | #13

    Assalamulaikum, salam kenal ustadz dari kami, ana tnggal di jambi, kami mantan pengikut Nurhasan atu islam jamaah, baru saja ruju ke manhaj ini, mohon bimbingan, ohya ustadz, beberapa tahun belakangan ini banyak ikhwan mantan madigolliyah yang sudah ruju’ mohon kami di bantu, ini ada beberap blog ikhwan eks madigoliyyah, semoga bermanfaat

    rumahku-indah.blogspot.com
    tuntutlah-ilmu.blogspot.com
    354hijrah.com
    airmataku-mengalir.blogspot.com

    kami menanti kepulangan ustadz untuk berjuang pada jalan Allah di Indonesia, salam2 buat para ustadz di sana

    abu faadhilah

    • addariny
      11 Agustus 2009 pukul 10:46 | #14

      Waalaikumsalam warohmatulloh… Salam kenal juga… Alhamdulillah Alloh telah mengembalikan antum ke jalan yang lurus… semoga antm bisa istiqomah terus di jalan yang lurus… InsyaAlloh ana akan bantuk semampu ana… Pesan ana tetap semangat mendakwah dalam manhaj salaf… Salam balik untuk ikhwan-ikhwan di sana… wassalam

  8. 12 Agustus 2009 pukul 07:57 | #15

    Assalaamu’alaykum..
    Salam kenal akhi..Ana berasal dari kota yang tak jauh dari tempat lahir (Jepara) atau tempat belajar antum (Kudus). Ana dari Purwodadi-Grobogan.

    Banyak kalangan Muslimin di negeri kita yang katanya bermadzhab Syafi’i, tapi aqidahnya Asy’ariy. Mohon kiranya dapat menuliskan atikel tentang aqidah sebaimana yang dipegangi oleh Al Imam Asy Syafi’i dan murid2 beliau -rahimahumullaah-.

    • addariny
      12 Agustus 2009 pukul 11:05 | #16

      waalaikum salam warohmatulloh…
      salam kenal juga… insyaAlloh kapan2 kita bisa berjumpa…
      insyaAlloh… ana akan tuliskan artikel tentang itu… tapi mohon sabar… banyak yang ada di benak, tapi keterbatasan waktu, membuat ana kurang bebas bergerak… mudah2an Alloh memberikan taufiq-Nya untuk menulis artikel tentang masalah yang sangat penting itu… amin…

  9. 13 Agustus 2009 pukul 10:52 | #17

    assalamualakum, ustadz ana mau mengajukan pertanyaan yang bersifat pribadi, kemana dapat ana alamatkan? jazakallahukhaira

    • addariny
      13 Agustus 2009 pukul 10:58 | #18

      waalaikum salam warohamatulloh… silahkan kirim pertanyaan antum ke email ana yang tertulis di atas… waiyyak…

  10. Huda
    26 Agustus 2009 pukul 07:54 | #19

    Assalamu alaikum wa rahmatullah wa baarakatuhu, salam perkenalan wahai Ustadz yang semoga dimuliakan Allah, saya tertarik sekali dengan artikel Ustadz yang membantah kesesatan kaum Syi’ah yang gerakan mereka di tanah air semakin hari semakin mengkhawatirkan, dengan dukungan dana yang luar biasa besarnya, bahkan mereka sekarang banyak mendirikan yayasan-yayasan pendidikan untuk menampung anak-anak kaum muslimin dan kemudian merusak aqidah mereka dan mencekokinya dengan aqidah syi’ah fasidah kasidah, maka disini dibutuhkan juhud kabirah mutawashilah untuk membentengi aqidah ummah dari penyesatan yang dilakukan anak keturunan ibnu Souda’ alias abdullah ibn saba’ yahudi, insya Allah kami tunggu tulisan-tulisan ustadz yang lainnya yang bermanfaat bagi islam dan kaum muslimin, wallahu muwaffiq,wassalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

    • addariny
      27 Agustus 2009 pukul 00:20 | #20

      Waalaikum salam warohmatulloh… Afwan itu hanya terjemahan bebas ana dari buku yang berjudul “As’ilah qoodat syabaab syi’ah ilal haq”…. (beberapa pertanyaan yang menuntun para pemuda syiah menuju yang benar)… Kalo antum pengen sebarkan ke orang yang masih awam, bisa antum pilihi poin-poin yang simple dan mudah dipaham, agar paling tidak mereka ter-imun dan ter-aman dari ajakan kelompok syiah…
      Syukron udah baca artikel-artikel di blog yang serba pas-pasan ini… mudah2an bermanfaat… amin…
      (Kata istri, antum Ustadz Abu Sa’ad ya?, ketahuan dari kata-kata antm Wallohul muwaffiq… semoga tebakan ga salah)

  11. 27 Agustus 2009 pukul 05:13 | #21

    assalamu’alaikum
    ust antum kenal ust hamidin abu faiha di madinah? klo kenal sampekan salam ana untuk beliau dari amir bandung.. lama gak bertemu beliau

    • addariny
      27 Agustus 2009 pukul 06:42 | #22

      Waalaikum salam warohmatulloh… Ya ana kenal, beliau satu angkatan dengan ana di madinah… sekarang di jaliyat thoif… InsyaAlloh kalo ketemu tak sampein… Mudahan bisa bertemu lagi…

  12. abu hanan
    28 Agustus 2009 pukul 06:44 | #23

    ustad mohon penjelasan dan dalil2nya, saya mau tanya apakah amalan2 dan dzikir2 pada sholat teraweh dan witir yg sekarang ini sering saya dengar di masjid perumahan disekitar lingkungan saya, bid’ah atau sunnah ?, dzikirnya adalah sebagai berikut :

    1.sebelum sholat teraweh dimulai, diawali dengan ucapan seorang petugas taraweh kurang lebih bunyinya seperti ini, “shollu sunnatattarowihi, jaami’a
    rohimakumullooh”, lalu jamaah sholat membalas secara jamaah “laailaahailallooh muhammadarrosulullooh”
    2.setelah 2 rokaat dan salam, dzikir bareng2, kurang lebih bunyinya sebagai
    berikut, “Asyhaduallaailaa haillollohu astaghfirulloh, as’aluka ridhoka wal
    jannah wa a’udzubika min sakhotika wa annar (3x), allohumma innaka ‘afuwun karim tuhibbul ‘afwaa fa’fu’anna yaa karim (3x), dan dzikir berjamaah ini dilakukan setiap 2 rokkat salam dan ada juga setiap 4 rokaat salam.
    3.setelah sholat 8 rokaat taraweh, ada do’a khusus setelah sholat taraweh
    sebelum witir, yg dibaca oleh petugas taraweh
    4.setelah sholat witir, dzikir secara berjamaah “subhaanal malikil quddus (3x), subbuuhun quddusun robbuna wa robbul malaaikatu warruh, lalu dzikir berjamaah seperti nomor 2 tapi satu kali, dan biasanya ditambah subhanalloh
    walhamdulillahi wa laa ilaa ha illollohu walloohu akbar (1x)
    5.lalu ada doa berjamaah dipimpin oleh imam,setelah selesai lalu baca secara
    berjamaah, niat romadhon, “nawaitu shouma qhodin an adhai farhi syari
    romadhona…..dst”

    sebelumnya makasih atas penjelasannya, jazakalloh khoiron

    • addariny
      5 Desember 2009 pukul 09:26 | #24

      Semua amalan yang antum sebutkan itu tidak ada tuntunannya dari Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-… Jadi harusnya jangan dilakukan, jika kita mengakui bahwa Ajaran Islam sudah lengkap… Harusnya ditinggalkan, jika kita mengaku mencintai tuntunan Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-… Jika Rosululloh menuntunkan kepada kita untuk tidak melakukannya, mengapa kita tidak menauladaninya?!…

      waiyyaka, wajazakallohu khoiro…

  13. buaguse
    3 September 2009 pukul 06:47 | #25

    assalamualaykum warahmatullah. boleh nebak ustadz? “mantu”nya ustadz Abu Saad yaa? yang dulu ana ikut walimahnya di bin baz itu?

  14. rizki
    9 September 2009 pukul 04:10 | #26

    Assalamua’laikum,

    Subhanallah, setelah membaca profilnya, ana merasa ikut bersyukur atas nikmat pendidikan yg dianugerahkan untuk antum, sekaligus ’sedikit iri’ karena umur antum yg tdk disangka ternyata seumuran dengan ana tapi sudah jauh di atas ana. Barokallahu fiikum.

    Boleh ya kalo sekali-kali ana konsultasi via email?

    Salam kenal,
    Wassalamua’laikum,
    Abu Hanif
    Bandung

  15. 13 September 2009 pukul 00:26 | #27

    Assalamu’alaikum.

    Salam kenal ustadz.. Bahagia sekali rasanya saya menemukan blog ini. Semoga ke depannya antum terus dapat menuliskan hal-hal yang bermanfaat bagi kaum muslimin.

    Barakallahufiikum

  16. Abu Bayu Hasan
    14 September 2009 pukul 12:21 | #28

    Assalamu’alaikum

    Semoga antum dalam keaadan sehat wal afiat.

    Membaca Profil antum begitu mulus selesai belajar setingkat SMU rentang 2 tahun bisa langsung bisa pergi belajar di kota Madinah, bisa di kasih informasi proses menuju ke Madianah dll, ana punya anak laki2 sekarang di Pondok Imam Bukhari MTS kls 2 ana ingin sekali dia setelah tamat di pondok bisa belajar di Madinah seperti antum, untuk itu mohon sharing nya menuju ke sana.

    Jazakalloh khoir katsir

    Wassalam
    Mulyono Abu Hasan

    • addariny
      16 September 2009 pukul 11:36 | #29

      Waalaikum salam warohmatulloh
      untuk info cara pendaftaran ke UIM (Universitas Islam Madinah), antum bisa kunjungi web serambimadinah.com, di sana ada info lengkap tentang itu…
      Wassalamu alaikum warohmatulloh…

  17. ahmad
    15 September 2009 pukul 14:48 | #30

    assalamu’alaikum ustadz,
    ana mau konsul masalah zakat boleh, gak? sangat mendesak bagi ana..
    ana pedagang. per 25 ramadhan, total (barang di toko + uang di bank + piutang – hutang) = 53.5 juta..ana punya hutang cicilan rumah ke Bank sebesar 55 juta yang dicicil tiap bulan 1,2 juta. ana juga masih punya hutang ke mertua sekitar 50 juta.
    pertanyaan ana adalah
    1. adakah zakat atas ana?
    2. ana punya adik yang berhutang banyak sekali. bolehkah ana berikan zakat maal tsb ke dia?

    terima kasih ustadz atas jawabannya.semoag Allah menambah kebaikan bagi ustadz dan keluarga dan memberkahi ilmu yang Dia anugrahkan kepada ustadz.
    wassalamu’alaikum

    ahmad

    • addariny
      16 September 2009 pukul 11:34 | #31

      Ada perbedaan pendapat diantara ulama, dalam masalah apakah hutang bisa menggugurkan zakat seseorang atau tidak… dalam masalah ini ana lebih condong bahwa zakat bisa menggugurkan zakat… dengan begitu antum ga wajib zakat, karena jika dikalkulasi, sebenarnya harta antum masih minus… wallohu a’lam…

      Tentang pertanyaan kedua, anda tidak boleh memberikan zakat kepada adik antum, karena ia termasuk tanggung jwb antum bila tidak bisa mencukupi nafkahnya… dan orang yang demikian tidak boleh diberi zakat dari antum… Yang benar, antum bantu dia dengan sedekah… wallohu a’lam

  18. Abu Unais
    17 September 2009 pukul 02:55 | #32

    Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

    Ustadz, ana mendengar nama antum baru belakangan ini ketika terjadi polemik tentang waktu shubuh yang sangat merisaukan ana. Tidak menyangka ternyata ustadz dari Jepara.
    Apa rencana ustadz setelah tamat S2 madinah? Tidakkah ustadz kembali ke Jepara dan berdakwah di sana? Di Jepara dan sekitarnya sangat gersang dari dakwah Salafy. Kami sendiri yang tinggal di Pati sangat butuh bimbingan para asatidzah yang mumpuni.
    Barakallahu fiikum

    Abu Unais Pati

    • addariny
      17 September 2009 pukul 05:07 | #33

      waalaikum salam warohmatulloh wabarokatuh…
      InsyaAlloh pada waktunya ana kembali ke Jepara yang memang masih gersang dengan dakwah salafiyah… InsyaAlloh kita akan terus berjuang bersama-sama menyebarkan dakwah salafiyah yang suci ini… wafiikum barokalloh…

  19. nugroho
    18 September 2009 pukul 09:12 | #34

    Assalaamu’alaikum

    Ana tertarik setelah membaca tulisan- tulisan ustadz dalam blog ini, banyak faidah2 yang bisa ana dapat
    Ustadz, apa antum punya tulisan tentang hukum sholat di masjid yang ada kubur di arah kiblatnya (seperti yang banyak terdapat di negeri kita)? apa benar ulama masih ikhtilaf di dalamnya?
    jazakumulloh khoiron

  20. ahmad
    18 September 2009 pukul 12:41 | #36

    syukran jawabannya ustadz atas masalah zakat pedagang. sekedar usulan, bagaimana jika ustadz menurunkan tulisan mengenai zakat pedagang -kan selalu sesuai dengan momen mengingat zakat (maal) tidak mesti pas ramadhan-?
    yang kedua, ana sempat bertanya ke beberapa teman dan kesimpulannya ana masih kena wajib zakat karena ana bayar hutangnya toh nyicil juga dan bukan sekaligus dikurangkan dari harta yang skarang ada. akhirnya ana pun demi ikhtiyath saja ana keluarkan. tetapi masalahnya adalah sahkah seseorang yang berniat zakat padahal ia bukan zakat yang semestinya?
    adalagi mereka yang tidak mau repot2 menghitung aset mereka dan gampangnya tiap bulan mereka mengeluarkan 2,5% dari omzet toko namun TIDAK pernah -sebatas pengetahuan saya dari pengakuan teman tsb- mengeluarkan zakat maal tahunan (padahal sudah mencapai nishab). ini karena bingungnya dia dalam masalah hitung zakat ini, bukan karena tidak ingin zakat.
    terima kasih ustadz, semoga Allah menuntun anda untuk senantiasa ikhlas dalam dakwah yang mulia ini,

    from bekasi with love to all ahlu sunnah

    • addariny
      22 September 2009 pukul 04:40 | #37

      Tidak masalah antum membayar zakat karena memilih pendapat yang menurut antum lebih kuat, dan itu konsekuensi dari pilihan antum…
      Jika antum memilih pendapat yang mengatakan hutang itu tidak menggugurkan kewajiban karena dalilnya lebih kuat, maka konsekuensinya antum wajib menunaikan zakat… Jika sebaliknya, maka antum tidak wajib membayar zakatnya… Tapi ingat, memilih pendapat itu harus berdasarkan kuatnya dalil yang ada, bukan dengan menuruti kata hati yang tak jarang merupakan hawa nafsu… Ihtiyath yang sebenarnya adalah menjalani apa yang sesuai dengan dalil, wallohu a’lam…

      Praktek zakat harta dengan membayar tiap bulan itu salah dan tidak sesuai dengan tuntunan islam, zakat harta hanya diwajibkan setahun sekali, yakni setelah mencapai nishob dan haul… dengan begitu tidak ada yang didholimi… pemilik harta tidak terdholimi dengan mengeluarkan harta lebih dari yang diwajibkan, sebaliknya pihak penerima juga tidak terdholimi, karena ia menerima harta sesuai haknya…

      Kalau menurut ana jangan bingung masalah zakat harta, dibuat gampang saja, tunaikan zakat tiap tahun sekali, tentukan bulannya untuk penunaian zakat tiap tahunnya, kemudian ambil 2.5 persen dari harta yang ada saat penunaian… insyaAlloh dengan begitu, ia terbebas dari kewajiban zakatnya, dan menjadi bersih dan berkah hartanya, wallohu a’lam…

  21. 28 September 2009 pukul 19:26 | #38

    Assalamualaikum warahmatullah

    Jazakallah khoir atas nasehatnya ustadz…

    Sekarang ana lebih mantap..

  22. dan
    30 September 2009 pukul 07:28 | #39

    senangnya bisa bertemu Antum di blog ini…. mohon do’a, bantuan dan bimbingannya untuk ana yang lemah ini…

  23. addariny
    30 September 2009 pukul 08:39 | #40

    Ana yakin, ana lebih butuh dengan apa yang antum butuhkan: doa, bantuan dan bimbingan… Karena itu, mari kita saling doa-mendoakan, bantu-membantu, dan bimbing membimbing… wa ta’aawanuu alal birri wat taqwa… syukron udah mampir… wassalam…

  24. 22 Oktober 2009 pukul 06:24 | #41

    Assalamu’alaikum wa rahmatullah …

    Wah, luar biasa. Barakallah fiikum. Ini kunjungan pertama saya di situs ini. Artikel artikelnya sangat menarik dan insya Allah bermanfaat buat kaum muslimin.
    Semoga dakwah Salaf tetap terus tegak dan berkibar … Amiin.

    • addariny
      25 Oktober 2009 pukul 00:05 | #42

      Waalaikum salam warohmatulloh… wafikum barokalloh… Semoga doa antum didengar dan diperkenankan oleh-Nya… amin…

  25. tommi
    22 Oktober 2009 pukul 16:15 | #43

    Assalamu’alaikum pak Ustadz,

    Saya ada pertanyaan, semoga tidak mengganggu kesibukan ustadz.
    Bagaimana hukumnya membaca al qur’an di kuburan? Apakah dibolehkan atau makruh? Lalu apakah pahala membaca al qur’an dapat kita hadiahkan kepada orang yg telah meninggal?

    Terima kasih atas kesediaan ustadz addariny menjawab pertanyaan saya ini karena saya sedang bingung.

    Wassalamu’alaikum.

    • addariny
      5 Desember 2009 pukul 09:07 | #44

      Waalaikum salam warohmatulloh…
      Hukum membaca Alqur’an di kuburan itu bid’ah dan setiap bid’ah dalam agama itu sesat…
      Tentang pahala membaca Alqur’an, tidak ada dalil khusus yang menerangkannya… ana lebih condong kepada pendapat yang mengatakan tidak sampai, sebagaimana pendapatnya Imam Syafi’i rohimahulloh… wallohu a’lam…

  26. 27 Oktober 2009 pukul 04:46 | #45

    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Akh tukeran link yach ana dihttp://cybersunnah.co.cc/
    mohon izinnya, moga anta sehat selalu di negeri para nabi & rasul
    dan semoga cepat selesai tholabul ilminya dan kembali kenegeri kita
    dengan bekal yg banyak untuk meneruskan jejak para salafus sholih

    • addariny
      27 Oktober 2009 pukul 07:44 | #46

      MasyaAlloh blog antum bagus, semoga bermanfaat untuk umat… amin…
      Afwan karena terlalu awam dengan blog… ana ga tahu maksud dan caranya tukeran link… Tolong ditularkan ilmunya… maklum masih agak gaptek…

  27. 28 Oktober 2009 pukul 06:10 | #47

    Assalamu’alaykum Ust,

    Blognya banyak manfaat yang dapat diambil….Barokallahufik.

    Ust, klo udah pulang ke Indonesia dakwahnya di Tuban aja ya ust :) …, maklum disana ust yang ngisi kajian rutin cuma satu. O iya, ana mau tanya tentang sesuatu, tapi mungkin via email antum. Sebelumnya Jazakallahu khoiron.

    • addariny
      28 Oktober 2009 pukul 18:29 | #48

      waalaikum salam warohmatulloh… Alhamdulillah, ana hanya menyalurkan ilmu yang dimiliki oleh orang lain… Bersyukurlah kepada Alloh, kemudian kepada para ulama itu… Silahkan kalau ada pertanyaan lewat email aja…

  28. abu aslama
    28 Oktober 2009 pukul 17:20 | #49

    assalamu’alaikum warahmatullahi

    ustadz, ana orang awam, baru belajar dan baru mengenal manhaj salaf, ana mau nanya2, tapi ana juga gaptek (gagap teknologi)
    gimana caranya untuk bertanya sesuatu disini ustadz, syukron

    • addariny
      28 Oktober 2009 pukul 18:24 | #50

      Waalaikum salam warohmatulloh… silahkan antum kirim ke email ana aja… tapi mohon maaf kalau jawabannya terlambat atau kurang memuaskan antum…

  29. Abu Muhammad
    31 Oktober 2009 pukul 08:29 | #51

    Assalamualaikum,

    Ustad,Kami jemaah di Sangatta-kaltim memerlukan Ustad untuk mengisi kajian rutin dan mengelola yayasan,dengan kriteria:lulusan ponpes salaf/LIPIA/Timteng,bermanhaj Ahluhsunnah wal jamaah ala fahmi salaf, pengalaman mengajar min 5 th,komunikatif, qona’ah(afwan!), hafal > 10 juz, bersedia tinggal di Sangatta,menguasai dan bisa mengajarkan beberapa kitab2 kuning ulama salaf,bisa mengajar privat tajwid,tahfiz dan bahasa Arab,bersedia melalui masa penyesuaian 1-2 th.fasilitas: gaji minimum 3juta/bulan, kendaraan motor (di pinjamkan)-Insya Alloh.

    Apabila kriteria tersebut ada pada antum atau antum ada info ttg orang yang sesuai dengan kriteria tsb, mohon hubungi Abu Muhammad di 081347476381/081311237720.

    demikian. jazakalloh.

    • addariny
      4 November 2009 pukul 15:02 | #52

      waalaikum salam warohmatulloh… jazakumulloh atas infonya… mudah2an banyak yang berminat… ana sampai sekarang masih di madinah minimal 2 tahun insyaAlloh… wallohu a’lam setelah itu…

  30. Abu Unais
    5 Desember 2009 pukul 03:01 | #53

    Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

    Barakallahu fiik,
    Ustadz, saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan, bagian administrasi yang tentu saja tidak bisa lepas dari komputer sebagai sarana untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-harinya. Yang jadi masalah adalah hampir semua software windows yang dipakai adalah ilegal/bajakan, termasuk yang ana pakai. Menurut antum bagaimana sikap ana? Apakah saya harus mencari pekerjaan lain atau bagaimana?
    Saya juga pernah menyampaikan hal ini pada bagian terkait untuk mengganti dengan software yang legal tapi tidak ada tanggapan.
    Mohon pencerahan dari antum.
    Jazakallahu khairan
    Abu Unais Pati.

    • addariny
      5 Desember 2009 pukul 06:57 | #54

      Waalaikum salam warohmatulloh…
      Memang hukum asal menggunakan software bajakan itu tidak boleh… karena ada unsur mengambil hak milik orang lain tanpa ijin darinya…
      Dan tindakan antum menasehati pemilik perusahaan untuk mengganti software yang asli pun sudah tepat… Jika antum ingin tetap kerja di tempat itu, insyaAlloh tidak ada masalah, karena soal software itu tanggung jawab dari pemilik perusahaan, dan antum udah menunaikan kewajiban antum untuk menasehati mereka… wallohu a’lam…

  31. Ibnu Saleh
    7 Desember 2009 pukul 03:39 | #55

    Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh

    Melihat profil ustadz…Masya Alloh… Alhamdulilah.. ternyata ada juga alumni Yanbu’ dan TBS (yang setahu saya milik Ormas terbesar di Indonesia – saya orang Kudus -), yang nembus Universitas Islam Madinah. Wah.. tentu banyak ungkapan tidak sedap dari teman-teman TBS ya? Banyakkah alumni TBS -selain ustadz- yang kuliah di Madinah?
    Saya kira hanya Ma’ahid saja yang alumninya lolos ke sana.
    Jazaakallohu khoir atas artikel-artikelnya.
    Barokallohu fiik ya ustadz..

    • addariny
      7 Desember 2009 pukul 06:34 | #56

      Waalaikum salam warohmatulloh wabarokatuh…
      Tentang ungkapan yang tidak sedap dari teman2, alhamdulillah tidak menjadi masalah…
      Untuk waktu sekarang hanya ana lulusan TBS yg kuliah di Madinah…
      Waiyyak wa baroka fiik wa waffaqona alal istiqomah fittiba’i sunnatihi…
      Antum kudusnya mana? Lulusan mana?

  32. 9 Desember 2009 pukul 03:02 | #57

    assalamu ‘alaikum wa rahmatullah,
    terus terang ana demen banget ngelink blog antum,
    ana senang dgn ilmu yg antum tuangkan,
    tapi ‘afwan ana belum minta idzin sama antum kalo ana mencantumkan link blog antum di blog sederhana milik ana, semoga antum tdk keberatan linknya ana cantumin ustadz ya,
    ini tidak lain agar supaya ana mudah untuk mengakses blog antum yg penuh ilmu, berbeda dgn blog ana yg penuh contekan, postingan-2nya cuman hasil nyontek, maklum ana miskin ilmu, walaupun umur diatas antum tapi ilmunya kalah tinggi,
    syukran ustadz,
    jazakallahu khairan,
    tetap semangat dlm dakwah
    barakallahu fik

    • addariny
      9 Desember 2009 pukul 08:13 | #58

      Waalaikum salam warohmatulloh wabarokatuh…
      Jazakalloh atas kunjungan-kunjungannya ke blog ana yang pas2an ini…
      Ana malah senang dijadikan link di blog lain, karena tujuannya adalah menyebarkan ilmu yg sedikit ini, agar bisa dimanfaatkan orang lain…
      Sifat merendah adalah menunjukkan keilmuan antum… tong yang berisi takkan nyaring berbunyi… padi makin berisi makin merendah diri… pas sekali dengan puisi terakhir ana: “Dengan merendah, ku terangkat tinggi…” antum tentu lebih ilmu dan pengalaman dari ana, karena usia juga faktor yang menentukan kematangan ilmu seseorang, meski tidak selalu seperti itu, tapi insyaAlloh antum termasuk orang yang seperti itu…
      Afwan atas segala kekurangan… waiyyaka jazakallohu khoiro wa barokallohu fiik…

  1. Belum ada trackback.