Archive for the ‘Firoq’ Category

bom dinamitKaum muslimin, semoga Allah membimbing kita di atas jalan-Nya yang lurus. Di hari-hari ini kita bisa melihat dengan mata kepala kita, bagaimana sejarah perjuangan umat Islam kembali dinodai oleh ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Islam dan jihad. Dengan seenaknya mereka melakukan tindak pengeboman, penghancuran, serta berupaya untuk mengacaukan ketentraman negeri kaum muslimin dengan kedok jihad dan ijtihad. Padahal, Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari apa yang mereka lakukan. Alangkah cocok sebuah bait syair yang menggambarkan keadaan orang-orang seperti mereka,

Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila
Namun, malang. Ternyata Laila tidak mengiyakan omongan mereka

Begitulah kurang lebih keadaan mereka. Dengan tanpa malu-malu, mereka mengaku sebagai barisan mujahidin dan menobatkan diri sebagai mujtahid. Bagaimana mungkin orang yang gemar menebar kekacauan dan kerusakan di atas muka bumi dengan membunuh nyawa tanpa hak layak untuk disebut sebagai mujahid, apalagi dinobatkan sebagai mujtahid? Allahul musta’an! Di manakah akal mereka? (lebih…)

Iklan

IMAM_MAHDI_by_Nice_birdBismillah… Telah terukir dalam sejarah, banyak sekali orang yang mengaku sebagai Mahdi yang digambarkan dalam hadits-hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam-. Lihatlah sebagai contoh: Ubaidulloh bin Maimun al-Qoddah (322 H), Ibnu Taumarta di maroko (524 H), Muhammad Ahmad di Sudan (1302 H), Muhammad bin Abdulloh al-Qohthoni (1400 H), Mirza Ghulam Ahmad (1908 M) dan masih banyak lagi, mereka semua adalah para Mahdi palsu yang mendatangkan banyak kerugian dan kesesatan.

Karena kabar tentang akan keluarnya Imam Mahdi itu datang dari Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-, maka sebenarnya cara paling pas untuk menilai ke-MAHDI-an seseorang, hanyalah dengan mencocokkannya dengan keterangan Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-.

Pertanyaannya: Apakah beliau telah menerangkan kepada umatnya tentang rincian Imam Mahdi itu secara detail?!

Tentu jawabannya adalah “Ya”, mengapa?! Karena tidak ada sesuatu yang dibutuhkan oleh umat manusia kecuali telah beliau sampaikan semasa hidupnya, baik hal itu berupa kabar, peringatan ataupun anjuran. Itulah diantara sebab mengapa beliau dijuluki sebagai Nabi Pembawa Rahmat Bagi Seluruh Alam.

Dalam artikel ini, kita akan menelaah hadits-hadits tentang Imam Mahdi, semoga bisa menjadi barometer bagi kita untuk memastikan ke-MAHDI-an seseorang. (lebih…)

pluralisme-keragaman-jelajah-budayaSegala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasul-Nya, keluarga dan para sahabat beliau dan orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat, wa ba’du:

Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa (Negara Saudi Arabia), telah membahas pertanyaan yang masuk, serta pendapat, dan tulisan yang dimuat di berbagai media massa tentang propaganda menuju pluralisme agama; Islam, Yahudi dan Kristen.

Rentetan dari propaganda ini, diantaranya: Himbaun untuk membangun masjid, gereja dan sinagog dalam satu komplek, seperti dalam sebuah kampus, Bandar udara dan tempat-tempat umum, juga himbaun untuk mencetak Al Quran, Taurat dan Injil dalam sebuah buku…dst. Dan untuk hal itu, mereka telah menyelenggarakan symposium, seminar dan organisasi di negara barat dan di timur.

Setelah mempertimbangkan dan mengkaji, maka kami -Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa Negara Saudi Arabia- menetapkan sebagai berikut:

Pertama:

Dalam aqidah Islam -yang diketahui secara aksiomatis dan telah disepakati oleh kaum muslimin-, bahwa tiada agama yang benar di muka bumi ini kecuali agama Islam, yang menjadi penutup seluruh agama, dan membatalkan ajaran agama-agama sebelumnya. Maka tidak ada agama untuk menyembah Allah di muka bumi selain Islam, Allah berfirman, (QS. Ali Imran:85): (lebih…)

question-mark-1(161) Sebagian syiah menuduh Aisyah r.a. telah berzina –naudzubillah-.

Maka kita katakan kepada mereka: Jika tuduhan itu benar, mengapa Rosululloh tidak menegakkan hukuman zina kepadanya, padahal beliau telah mengatakan “Demi Allah, andai saja Fatimah yang mencuri, maka pasti aku potong tangannya”??! (HR. Bukhori) Mengapa Ali r.a. juga tidak menegakkan hukuman zina kepadanya, padahal ia adalah orang yang tak gentar dengan apapun dijalan Allah??! Mengapa pula Hasan r.a. tidak menghukumnya dengan hukuman zina, ketika ia menjadi kholifah??!

(162) Kaum syiah beranggapan bahwa Ali r.a. memiliki Alqur’an yang susunannya sesuai dengan urutan turunnya!

Kita katakan kepada mereka: Ali r.a. telah menerima tampuk khilafah setelah Utsman r.a, mengapa ia tidak mengeluarkan mushaf ini dengan lengkap dan baik?! Dua kemungkinan untuk kalian:

(a) Bisa jadi mushaf ini sebenarnya tidak ada, dan kalian hanya berdusta atas nama Ali r.a.

(b) atau mungkin mushaf itu ada dan Ali r.a. menyembunyikannya. Jika demikian, berarti ia telah menyembunyikan, dan menipu kaum muslimin selama pemerintahannya. –dan ini tidak mungkin dilakukan olehnya-. (lebih…)

Question (1)(107) Mengapa kaum syiah memberikan derajat ma’shum kepada Fatimah r.a., tapi mereka tidak memberikan derajat ke-ma’shum-an tersebut kepada dua saudarinya: Ruqoyyah r.a. dan Ummu Kultsum r.a.??! Padahal kita tahu keduanya juga darah daging Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- seperti Fatimah r.a.!!

(108) Jika dikatakan kepada syiah: Mengapa Ali r.a. tidak menuntut haknya untuk menjadi kholifah setelah wafatnya Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, padahal sebagaimana anggapan mereka hal tersebut jelas termaktub dalam wasiat beliau??!

Mereka menjawab: karena Nabi -shollallohu alaihi wasallam- juga mewasiatkan agar ia tidak menyulut fitnah (kericuhan) dan menghunuskan pedangnya sepeninggal beliau.

Kita katakan: Lalu mengapa ia menghunuskan pedangnya ketika perang Jamal dan perang Shiffin, sehingga menyebabkan ribuan orang gugur di dalamnya??! Siapakah sebenarnya yang lebih berhak ditumpas, orang dholim yang pertama, ataukah yang keempat, atau yang kesepuluh… dst??! (lebih…)

question_mark01Alhamdulillah, artikel tentang syiah ini bisa kami lanjutkan lagi… semoga dapat menjawab banyak keganjilan yang terdapat dalam ajaran syiah yang dewasa ini banyak menyebar hingga di sekeliling kita…  jangan lupa saran dan kritik anda sangat kami nantikan… selamat membaca…

(55) Abul Faroj al-Ashbahaniy dalam kitabnya Maqotilut Tholibiyyin (88, 142, 188), al-Arbiliy dalam kitabnya Kasyful Ghummah (2/66), dan al-Majlisiy dalam kitabnya Jala’ul Uyun (582), mereka telah menyebutkan bahwa: Abu bakar bin Ali bin Abi Tholib r.a. adalah diantara orang yang terbunuh di Karbala bersama saudaranya Husain r.a. Terbunuh juga waktu itu, anaknya Husain yang namanya Abu Bakar. Terbunuh pula Muhammad al-Ashghor yang mempunyai kun-yah Abu Bakar.

Pertanyaannya: Mengapa nama-nama itu disembunyikan oleh syiah??! Mengapa mereka hanya menggembar-gemborkan nama Husain r.a. dalam peristiwa itu??!

Sebabnya adalah karena saudara dan anaknya Husain r.a., keduanya bernama Abu Bakar!! Ulama syiah tidak ingin fakta ini diketahui oleh pengikut mereka dan kaum muslimin. Mengapa?? Karena hal itu akan menyingkap kebohongan mereka ketika menuduhkan adanya permusuhan antara ahlul bait dengan para pemuka sahabat, terutama Abu Bakar r.a.

Karena seandainya -sebagaimana keyakinan syiah- Abu Bakar r.a. itu telah murtad, kafir, dan merampas haknya Ali r.a., tentunya tidak mungkin banyak ahlul bait yang memiliki nama Abu Bakar??!

Adanya fakta tentang banyaknya nama ahlul bait yang sama dengan nama Abu Bakar, adalah bukti kecintaan mereka terhadap Abu Bakar as-Shiddiq r.a.!!

Lalu mengapa kaum syiah tidak mengikuti Ali r.a. dan Husein r.a. untuk menamai anak mereka dengan nama Abu Bakar??! (lebih…)

SorbanBismillah, alhamdulillahi wa kafa… was sholatu was salamu ala rusulihil musthofa… wa ala alihi wa shohbihi wa maniktafa…

Tulisan ini diangkat dari Al-Qadiayaniyah Dirasat Wa Tahlil, karya Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir, cetakan pertama, tahun 2005, dari percetakan Darul Imam al-Mujaddid, Mesir. Meski hanya satu refensi yang kami jadikan pegangan, namun buku yang dikarang oleh Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir ini merupakan buku yang istimewa. Beliau, yang berkebangsaan Pakistan, sangat menguasai dan memahami permasalahan tentang Ahmadiyah sebagaimana tertulis dengan bahasa aslinya, yaitu bahasa Urdu. Rujukan beliau banyak bertumpu pada karya-karya asli Jemaat Ahmadiyah, baik yang dikarang oleh Mirza Ghulam Ahmad atau para penerusnya.

Keluarga Mirza Ghulam Ahmad

Dia menceritakan, namaku Ghulam Ahmad. Ayahku Ghulam Murtadha (bin Atha’ Muhammad). Bangsaku Mongol. (Kitab Al-Bariyyah, hal. 134, karya Ghulam Ahmad).

Namun dalam kesempatan lain, ia mengatakan: “Keluargaku dari Mongol… Tapi berdasarkan firman Allah, tampaknya keluargaku berasal dari Persia, dan aku yakin ini. Sebab tidak ada seorang pun yang mengetahui seluk-beluk keluargaku seperti pemberitaan yang datang dari Allah Ta’ala”. (Hasyiah Al-Arbain, no. 2 hal. 17, karya Ghulam Ahmad).

Dia juga pernah berkata: “Aku membaca beberapa tulisan ayah dan kakek-kakekku, kalau mereka berasal dari suku Mongol, tetapi Allah mewahyukan kepadaku, bahwa keluargaku dari bangsa Persia.” (Dhamimah Haqiqati Al-Wahyi, hal. 77, karya Ghulam Ahmad).

Dalam kesempatan lain, ia  juga pernah mengatakan: “…. karena sesungguhnya aku adalah keturunan asli dari Cina”  (Haqiqotul Wahyi matnan wa hasyiah, hal: 200, karya Ghulam Ahmad)

(lebih…)